Kembali Menu
Gema.id
3 Cara Menghemat Pengeluaran pada Masa Pandemic Covid-19

3 Cara Menghemat Pengeluaran pada Masa Pandemic Covid-19

3 Cara Menghemat Pengeluaran pada Masa Pandemic Covid-19

Gema.Id – Pandemic Covid-19 membuat banyak resesi dalam dunia bisnis, termasuk pembatasan beroperasi pada beberapa restoran, toko ritel dan bisnis non-esensial lainnya selain barang kebutuhan pokok, perbankan, bahan bakar dan kesehatan.

Semakin lesunya geliat bisnis di masa Social Distancing, berpeluang membuat semakin banyak orang Indonesia yang bakal kesulitan dalam mendapatkan pemasukan atau bahkan sampai kehilangan pekerjaan.

Jika hal tersebut memang terjadi, maka berikut ini ada beberapa tips yang mungkin membantu anda mengurangi pengeluaran atau berhemat di masa Corona.

1. Kurangi Belanja Online Kebutuhan Pokok

Masa karantina sendiri bukan menjadi alasan anda keluarga menghabiskan uang melalui pemebelian makanan melalui aplikasi online karena semua orang tahu bahwa membeli makana online tentu saja bakalan menghabiskan lebih banyak uang.

Masa karantina sepertinya menjadi masa yang sangat baik untuk menocba berbagia macam resep yang bakalan jauh menghemat pengeluaran kamu terutama untuk makanan.Buatlah list daftar makanan yang akan anda coba dalam seminggu ini.

Setelah list siap untuk dieksekusi, pergilah berbelanja untuk semua kebutuhan pangan yang dibutuhkan untuk seminggu sehingga kamu hanya perlu keluar di minggu berikutnya ketika bahan pangan sudah habis.

Hal ini bakalan menghemat biaya transportasi kamu dan juga membeli barang dalam jumalh banyak di tokoh grosir sepertinya akan mendaptakan potongan harga dibanidngkan membeli sedikit, palagi kalau belanja-nya di pasar tradisional.

Tips tambahan lainnya, masaklah untuk porsi yang cukup dimakan seharian jika memungkinkan. Maksudnya untuk makan makan siang dan makan malam. Hal ini sangat penting untuk menghemat penggunaan gas saat memasak, jadi malamnya kamu hanya perlu memanaskan masakan tersebut.

2. Putuskan Jasa Langganan non Primer

Saat ini banyak layanan dalam bentuk langganan yang digunakantidak hanya kebutuhan primer tapi juga kebutuhan-kebutuahn sekunder bahkan sampai tersier.

Sebuat saja langganan yang bersifat Primer seperti penggunaan listrik, air PAM, jasa pembuang sampah, Internet dan sejenisnya, namun kehidupan modern juga membuat banyak orang memiliki langganan beberapa jasa tersier seperti Youtube Primer, Spotify, Netfilx, Iflix, dan sejenisnya.

Jika memang tidak dibutuhkan sebaiknya jasa-jasa tersebut diturunkan atau bahkan diputuskan, namun jangan langsung diputuskan begitu saja, sebainya dipertimbangkan untuk dikurangi terlebih dahulu mengingat kebijakan Social Distancing dan karatina mandiri ini membuat kita harus menghabiskan waktu lebih banyak di rumah.

Sebut saja langgan Netflix, misalnya ada baiknya untuk tetap mempertahankan jasa ini dengan catatan jumlah nya dikurangi dan jika perlu pilih tipe family yang paketnya sederhana dan hanya untuk kebutuhan menghabiskan waktu di rumah saja.

3. Hindari Pinjaman Online

Tips yang terakhir adalah hindari pinjaman online di masa Pandemic dan karantina mandiri, karena bisa jadi pinjaman tersebut akan menjadi pedang bermata dua yang akan menikam anda sendiri.

Dampak finansial dari Pandemic Covid-19 ini menjadi hal yang sulit diprediksi bahkan untuk sekelas pakar ekonomi sekalipun, oleh karena tidak ada jaminan jika pekerjaan anda yang sekarang bisa bertahan menghadapi badai Ekonomi di masa Covid-19.

Jika perusahaan anda cukup besar, mungkin saja langkah yang paling baik agar roda perusahaan tetap berjalan hanya dengan mengurangi jumlah gaji dari para karyawannya, namun jika perusahaan tempat anda bekerja tidak cukup stabil, ada kemungkin tempat anda bekerja gulung tikar dan anda kehilangan pekerjaan.

Jika memang demikian maka anda kemungkinan akan sulit untuk membayar cicilan dari pinjaman online. Hal ini akan menjadi bencana keuangan baru buat anda dan kelaurha. Bisa saja bunga dan denda yang harus dibayarkan akan menjadi lebih besar karena anda membutuhkan waktu yang lebih untuk membayar pinjaman pokok anda.

Hal ini akan semakin buruk karena banyak pinjaman online legal yang mempersulit pencarian dana, sehingga pinjaman online ilegal menjadi pihak yang paling senang dengan posisi ini. Seperti yang kita ketahui Bersama, meminjam uang di perusahaan Fintech Ilegal sepertinya tidak pernah ada untungnya walau secuil.

Satunya-satunya cara ayng paling bagus menyelematkan kondisi keuangan keluarga adalah memangkas semua biaya yang tidak perlu terutama lifestyle, jika memang belum cukup ada baiknya untuk menjual barang-barang yang tidak begitu digunakan dibandingkan harus pinjam untuk kebutuhakn konsuntif.

Jangan lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *