Kembali Menu
Gema.id Bali
Taman Nasional Bali Barat Gunakan Teknologi AI untuk Lindungi Hutan

Taman Nasional Bali Barat Gunakan Teknologi AI untuk Lindungi Hutan

Ragam
Taman Nasional Bali Barat Gunakan Teknologi AI untuk Lindungi Hutan

Taman Nasional Bali Barat yang berlokasikan di Kabupaten Buleleng saat ini diproyeksikan menggunakan alat pemantaun berbasisi kecerdasan buatan (IA) yang bertujuan untuk melindungi hutan dari pembalakan dan pemburu liar.

Proyek ini dijuluki Smart Forest Guardian dengan berkolaborasi antara raksasa teknologi China Huawei dan LSM Rainforest Connection. Proyek ini nantinya menjadi proyek percontohan untuk taman nasional di Indonesia. Beberapa negara sudah menerapkan di antaranya Kosta Rika dan Filipina.

Pada 24 Oktober lalu, tim survei mengunjungi lokasi yang anggotanya terdiri dari pejabat Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Invesatasi, Badan Siber dan Enkripsi Nasional, Badan Intelejen Negara (BIN), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta tim teknis Huawei.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan mengatakan, teknologi dari Huawei dapat digunakan untuk memantau perekaman data melalui suara, yang nantinya akan menghasilkan data yang komprehensif tentang aktivitas di hutan Indonesia. “Dengan teknologi itu, kita bisa mencegah aktivitas ilegal di hutan kita,” kata Luhut.

Sementara CEO Huawei Indonesia Jacky Chen percaya bahwa teknologi bisa sangat membantu. “Partisipasi kami [dalam proyek ini] adalah awal dari perjalanan kolaboratif untuk lingkungan yang lebih berkelanjutan”, kata Chen.

Teknologi kini memainkan peran penting dalam melestarikan satwa dan hutan di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh Wiranto Direktur Jenderal Konservasi Kementerian Lingkungan Hidup, mengatakan pihaknya telah menggunakan jebakan kamera dan GPS untuk memantau gajah Sumatera.

“Dengan berbasis kolaborasi ini, teknologi berbasis IA dapat digunkan untuk mendeteksi suara di hutan. Bisa juga menyempurnakan sistem pemantauan fauna di Indonesia.”

Taman Nasional Bali Barat yang luasnya 77.000 hektar tanah, merupakan rumah bagi rusa dan burung asli di pulau ini, termasuk jalak Bali.   

Jangan lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *