Kembali Menu
Gema.id
Dukung Pemulihan Ekonomi, Pemerintah Gelontorkan Rp 40 Triliun ke BUMN

Dukung Pemulihan Ekonomi, Pemerintah Gelontorkan Rp 40 Triliun ke BUMN

Dukung Pemulihan Ekonomi, Pemerintah Gelontorkan Rp 40 Triliun ke BUMN

Dalam upaya mendukung pemulihan ekonomi. Pemerintah Indonesia akan memberikan suntikan modal negara ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp 42,38 triliun, rencananya ini akan direalisasikan pada tahun 2021 demi meningkatkan peran mereka di tengah ekonomi yang sedang mengalami guncangan.

Melalui jumpa pers, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata, dana ini guna memicu pemulihan ekonomi di samping pencairannya diawasi dengan ketat.

“Kami ingin melihat BUMN berpartisipasi dalam menghidupkan kembali perekonomian, menciptakan lapangan kerja, dan melakukan kegiatan bisnis yang memiliki multiplier effect.”

Beberapa rincian anggaran telah ditetapkan. Pemerintah akan menyuntikkan anggaran sebesar Rp 5 triliun ke rakasasa perusahaan listirk (PLN). Dana sebesar itu akan dipakai untuk mengembangkan infrastruktur transmisi dan distribusi listrik di pedesaan.
Sementara anggaran sebesar Rp 6,2 triliun ke PT Hautama Karya akan disuntikkan untuk melanjutkan pembangunan tol-trans Sumatera dan Indonesia Eximbank direncanakan mendapatkan anggaran sebesar Rp 5 triliun.

“Suntikan ini adalah bagian dari upaya untuk mempercepat pemulihan ekonomi,” kata Isa.
Ekonomi Indonesia saat ini memasuki jurang resesi, untuk pertama kalinya sejak dua dekade terakhir. Perekonomian Indonesia menyusut 3,49 persen pada kuartal ketiga tahun ini, penurunan kedua secara berturut-turut setelah mengalami kontraksi 5,32 persen pada kuartal kedua.

Perekonomian Indonesia tahun 2020 diperkirakan secara keseluruhan menyusut dari 0,6 persen menjadi 1,7 persen. Pemerintah terus mengupayakan pemulihan, asumsi perekonomian baru akan pulih tahun 2021 dengan perkiraan pertumbuhan sebesar 5 persen.

Baca Juga: Efek Resesi bagi Perekonomian Indonesia

COVID-19 telah merugikan BUMN terutama di sektor energi, transportasi, dan infrastruktur. Perusahaan migas Pertamina misalnya pembukukan kerugian sebesar Rp 11,29 triliun pada semester I 2020. Selain sektor-sektor tadi pemerintah akan menyuntikkan anggaran pada induk perusahaan asuransi Indonesia Financial Group (IFG) untuk menyelamatkan perusahaan asuransi yang sakit.

Pemerintah juga akan memberikan suntikan kepada perusahaan KPR sekunder PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) untuk mendanai perseroan pinjaman kepemilikan rumah. Sektor Pariwisata juga akan mendapatkan suntikan untuk membiayai pembangunan infrastruktur di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, untuk KTT G20 yang dijadwalkan pada 2023 mendatang.

Tak sampai di situ, pemerintah juga akan memberikan suntikan ke Pelindo III untuk mengembangkan pelabuhan Benoa, di Bali. Dan, suntikan ke PT Pal untuk membangun kapal selam serta ke PT Kawasan Industri Wijayakusuma untuk mengembangkan kawasan industri di Batang, Jawa Tengah.

“Suntikan modal akan memberikan stimulus yang dibutuhkan untuk menghidupkan kembali ekonomi. Jika tidak, negara akan berjuang untuk pulih,” kata ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah dilansir dari The Jakarta Post. “Oleh karena itu, pemerintah harus mengambil inisiatif untuk mendorong kegiatan ekonomi.”

Jangan lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *