Kembali Menu
Gema.id
Final Liga Europa Sevilla vs Inter: Conte dan Lopetegui Harus Buktikan Diri

Final Liga Europa Sevilla vs Inter: Conte dan Lopetegui Harus Buktikan Diri

Final Liga Europa Sevilla vs Inter: Conte dan Lopetegui Harus Buktikan Diri

Gema.id – Bagi Inter Milan, final Europa League telah tiba berhadapan dengan Sevilla. Kesempatan emas untuk menyelesaikan musim penting dengan cara terbaik, dan menghadirkan kembali trofi yang hilang selama sembilan tahun bagi Nerazzuri.

Antoni Conte yang ditunjuk menjadi nahkoda Inter pada awal  musim lalu, banyak mendatangkan pemain baru, mengekpansi bekas bintang-bintang Liga Inggris setelah menyudahi masa bakti bersama dengan Chelsea tahun 2018 dengan kesan kurang menyenangkan.

Romelu Lukaku, Ashley Young, Victor Moses dan Alexis Sanchez didatangkan demi mengembalikan kejayaan Inter dan mendekati level Juventus yang kian dominan. Tak hanya itu rasa kecewa di masa lalu setelah di pecat dari kursi kepelatihan  tentu menjadi motivasi Conte untuk mengembalikan reputasinya sebagai pelatih jempolan.

Bagi Conte tak ada penyesalan yang mesti diratapi dengan larut, sesuatu yang ditekankan pada timnya dalam menatap pertandingan terakhir Inter musim ini.

“Saya selalu memberi tahu para pemain saya bahwa penting untuk tidak memiliki penyesalan. Sama dengan pertandingan nanti, jika kami menang, itu berarti kami yang terkuat, jika mereka lebih baik, kami akan bertepuk  tangan kepada mereka, tetapi kami tetap harus memberikan maksimal.”

“Ini akan menjadi pertandingan yang penting dan sulit karena kami akan menghadapi tim dengan lebih banyak pengalaman daripada kami: mereka menang paling banyak, sejumlah trofi dalam dekade terakhir Liga Europa. Perhatian akan dibutuhkan, tetapi juga antusiasme dan keberanian. Kami ingin membawa Liga Europa kembali ke Italia tetapi kamu harus menunjukkan bahwa kami telah menjadi yang terbaik dilapangan.”

Mencapai final kompetisi Eropa untuk pertama kalinya semenjak menangani klub, sesuatu yang tidak pernah dirasakan sebelumnya bersama Juventus dan Chelsea, Conte memuji peran krusial dari anak asuhnya dalam pencapaian yang kini dirasakan.

 “Saya telah mengikuti Romelu [Lukaku ]sejak lama dan saya selalu ingin membawanya ke tim saya. Lautaro [Martinez], di sisi lain, saya mengaguminya di televisi. Dengan keterampilannya dan dengan kerja keras yang mereka lakukan bersama. Tidak dapat dipungkiri bahwa pemahaman akan terus berkembang di antara keduanya. Keduanya adalah pemain yang egois, sebagai penyerang, tetapi mereka bermain dengan tim dan memiliki keinginan untuk mencetak gol bagi rekan satu tim mereka. Godin memiliki kekuatan, profesionalisme dan kerendahan hati untuk beradaptasi dengan permainan kami, berbeda dengan Atletico Madrid, sehingga mengembangkan mentalitas dan cara bermainnya. Dia menerima tantangan dan sekarang mendapatkan hasil yang bagus.

Tersingkir di Liga Champions memang amat mengecewakan bagi Inter, tapi membuka kemungkinan untuk memenangkan Liga Europa yang tinggal sejengkal lagi akan menjadi pelipur lara, setelah serangkaian kesempatan bagus dilewatkan, seperti saat mereka harus mengakui keuggulan cuma satu poin Juventus di Liga Italia.

Selain menyudahi penantian lama Inter pada trofi di level Eropa, Conte juga akan berusaha menyudahi rasa penasarannya pada kompetisi level di benua biru yang belum pernah dimenangkan sekaligus mengembalikan namanya sebagai pelatih kelas wahid.

Hal yang sama pada Lopetegui

Apa yang dirasakan Conte dengan terbuang, juga dirasakan Julen Lopetegui, bekas kiper cadangan Barcelona, seperti terusir dari Real Madrid setelah dipercayai melanjutkan kejayaan klub rakasasa Spanyol di bawah Zidane, Lopetegui yang tidak diberikan waktu meninggalkan klub tak genap separuh musim berjalan.

Kini bersama Sevilla, pelatih berusia 53 tahun itu merasakan final kompetisi Eropa pertamanya, melawan Inter Milan di Cologne, Jerman.

Tugas berat tentu akan diemban mantan pelatih timnas Spanyol tersebut, lantaran Sevilla yang jika masuk ke babak final selalu keluar sebagai juara, meski begitu ia tidak ingin terlalu melihat ke belakang dirinya lebih memilih untuk  mengomentari performa lawan yang akan dihadapi.

“Inter adalah tim yang diperlengkapi bersaing di Liga Champions, mengingat kualitas pemain yang mereka miliki sangat luar biasa dan manajer yang sangat berpengalaman yang telah melatih banyak tim papan atas. Yang saya harapkan adalah pertandingan berkualitas tinggi yang akan menuntut terbaik dari kami, dan, tentu saja, kami akan berusaha mempersiapkan dengan baik untuk itu dan memiliki jawaban untuk tantangan yang begitu menakutkan.

“Mereka memiliki pemain top dalam segala hal dan gaya permainan mereka tertanam dalam lini para pemain, berkat manajer mereka. Itu akan mengharuskan kami berada pada batas kami dalam segala hal untuk bersaing dengan mereka, Mereka mengalami tahun yang luar biasa; mereka gagal meraih scudetto dengan satu poin. Di Liga Champions mereka juga menunjukkan tim seperti apa mereka, dan mereka sangat meyakinkan untuk mencapai final. Yang perlu kita lakukan adalah bersiap.”

Rekor Sevilla pada turnamen ini jelas langkah, mereka adalah spesialis  turnamen di kompetisi terbaik kedua di Eropa, jika tampil di kompetisi ini, Sevilla sepertinya menunjukkan wajah yang berberda. Begitu sulit untuk dibendung.

Final bagi Lopetegui akan menjadi ajang pembuktiannya mengampuh sebuah tim di pinggir lapangan dengan kualitas  yang patut untuk tidak diragukan lagi, sama dengan di sebelahnya nanti, Antonio Conte.