Kembali Menu
Gema.id

IAKMI Soroti Penerapan PSBB di Tangerang Selatan

IAKMI Soroti Penerapan PSBB di Tangerang Selatan

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya penyebaran COVID-19 secara meluas. Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Kota Tangerang Selatan, sebagai salah satu organisasi profesi tenaga kesehatan, menilai PSBB yang dilakukan di Kota Tangerang Selatan belum optimal. Hal ini terlihat dari pemberlakuan physical distancing, penggunaan masker, pelaksanaan ibadah di rumah, mobilitas masyarakat yang masih berada di luar rumah secara berkumpul, dan masih ramainya pusat-pusat perbelanjaan yaitu supermarket dan pasar yang belum dikendalikan dengan baik.

Kasus COVID-19 di Tangerang Selatan terus meningkat

Merujuk pada laman https://lawancovid19.tangerangselatankota.go.id, data kasus positif COVID-19 di Kota Tangerang Selatan terus meningkat sejak tanggal 24 April 2020 hingga 20 Mei 2020. Padahal pemberlakuan PSBB telah ditetapkan sejak tanggal 18 April 2020. Per tanggal 20 Mei 2020, jumlah kasus positif di Kota Tangerang Selatan sebanyak 205 orang (dirawat 142 orang, sembuh 40 orang, dan meninggal 23 orang) dimana terjadi kenaikan sebanyak 119 orang atau 138% dalam waktu 23 hari.

Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terhitung mulai tanggal 24 April 2020 sampai dengan 20 Mei 2020 pun terus meningkat walau memang tidak terlalu drastis. Namun, peningkatan jumlah PDP ini menjadi indikasi awal dugaan orang yang berpotensi terinfeksi atau menunjukkan gejala mirip COVID-19. Per tanggal 20 Mei 2020, jumlah kasus PDP sebanyak 628 orang (dirawat 288 orang, sembuh 261 orang, dan meninggal 79 orang) dimana terjadi kenaikan jumlah kasus PDP sebanyak 259 orang atau 142% dalam waktu 23 hari.

Rekomendasi IAKMI untuk pelaksanaan PSBB yang lebih baik

Mustakim, SKM, MKM selaku Ketua Umum IAKMI Cabang Kota Tangerang Selatan mengapresiasi Pemerintah Kota Tangerang Selatan sebagai kota penyangga ibu kota yang telah memperpanjang pemberlakuan PSBB hingga 31 Mei 2020 mendatang. Namun, ia juga meminta agar Pemerintah Daerah lebih tegas dalam melakukan pengawasan PSBB. IAKMI merekomendasikan beberapa hal yang dinilai dapat mengoptimalkan pelaksanaan PSBB:

  1. Penggunaan Masker: Diperlukan program kampanye yang terus menerus dan pemberian masker kepada masyarakat yang tidak mampu untuk menggunakan masker.
  2. Physical Distancing: Meningkatkan peran Gugus Tugas RW dalam pengawasan dan edukasi kepada masayarakat sekitar.
  3. Banyaknya warga yang masih berkumpul: Mendorong Gugus Tugas RW untuk membentuk tim pengawas dan melakukan kampanye secara terus menerus kepada masyarakat agar tidak berkumpul dalam keramaian.
  4. Pelaksanan Ibadah belum sesuai dengan ketentuan PSBB: Melakukan sosialisasi dan menjelaskan kepada pengurus DKM dengan melibatkan Pengurus MUI Tangerang Selatan dan DMI Tangerang Selatan terkait “Zona Kuning” pada suatu wilayah kelurahan.
  5. Ramainya pusat perbelanjaan dan tempat-tempat umum: Menerapkan protokol kesehatan yang optimal, modifikasi lokasi, dan pengawasan yang ketat dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

IAKMI juga mendorong agar Pemerintah Daerah melakukan penguatan peran Gugus Tugas RW berbasis konsep Perang Akar Rumput Lawan COVID-19 (PARC-19) serta melakukan kemitraan dengan ahli kesehatan masyarakat dalam penguatan basis data epidemiologi (surveilans dan contract tracing) dan dengan fasilitas kesehatan dan laboratorium institusi pendidikan dan swasta untuk melakukan pengetesan swab/PCR.

Masyarakat diimbau agar sholat Ied di rumah dan tidak mudik

Terkait dengan perayaan Idul Fitri yang jatuh pada hari Minggu, tanggal 24 Mei 2020, IAKMI mengimbau masyarakat untuk melakukan sholat Ied di rumah masing-masing serta menghindari kunjungan antar tetangga/kerabat walaupun berada dalam wilayah yang berdekatan. Hal ini didasarkan pada belum terkendalinya mobilitas masyarakat dan masih sulitnya penelusuran kontak kasus di suatu wilayah. Pemerintah Daerah bersama dengan Majelis Ulama Indonesia dapat mengambil peran untuk meyakinkan masyarakat agar mawas diri di tengah masa pandemi ini.