Kembali Menu
Gema.id
Kaleidoskop Liga Indonesia 2019: Laju Bali United dan Meredupnya Tim Papan Atas

Kaleidoskop Liga Indonesia 2019: Laju Bali United dan Meredupnya Tim Papan Atas

Kaleidoskop Liga Indonesia 2019: Laju Bali United dan Meredupnya Tim Papan Atas

Gema.id – Tuntas sudah perhelatan Liga Indoenesia 2019 ditandai dengan keberhasilan Bali United melanggeng mulus sebagai Juara Liga Indonesia untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Sebelum laga pamungkas ditutup di pekan ke-34, Minggu (22/12/2019). Bali United sendiri telah resmi mengunci gelar juara pada pekan ke-30 setelah menang atas Semen Padang.

Poin mereka tak terkejar lagi dari kontestan lainnya. Bali United menyudahi musim ini dengan perolehan 64 poin disusul Persebaya Surabaya di bawahnya dengan 54 poin menyegel posisi runner-up Liga Indonesia 2019.

Baca Juga:  Bali United: Melantai di Bursa Saham, Melesat di Papan Klasemen Liga Indonesia

Banyak kejutan yang terjadi selama pegelaran Liga Indonesia musim ini, tidak berdayanya sang juara bertahan Persija Jakarta untuk bersaing mempertahankan gelar mereka serta para tim papan atas yang dulunya mendominasi tidak mampu berbicara banyak untuk musim ini.

Di awal liga bergulir 15 Mei 2019 lalu ada satu tim yang diprediksi akan menjadi pesaing berat untuk meraih gelar Liga Indonesia adalah PS Tira Persikabo, pasalnya sejak Liga 1 Indoenesia dimulai mereka tampil sangat menjanjikan di awal musim.  

Hingga pekan ke-10 mereka duduk nyaman di puncak klasemen, tak hanya itu kesebelasan ini juga menjadi satu-satunya tim yang tak tersentuh kekalahan. Namun rentetan ini putus, pada ke-14 belas kontra Bali United mereka tumbang 2-1 dari Serdadu Tri Datu. Dan hal itu menjadi titik balik Tira Persikabo.

Pasca kekalahan tersebut mereka terus mengalami penurunan performa, penampilan anjlok di sisa musim. Hingga pada posisi akhir klasemen mereka berada pada urutan kelima belas atau satu strip di atas zona degradasi.

Sementara Bali United pasca menggusur Tira Persikabo dari singgasana. Mereka terus memegang kendali liga, hal tersebut lalu diganjar dengan prestasi juara.

Bagaimana dengan Persija Jakarta juara tahun 2018 lau? Tampil sangat mengecewakan bagi supporternya. Alih-alih bersaing di papan atas mereka banyak bertarung di papan bawah agar terhindar dari zona degradasi sepanjang musim ini.

Beberapa kali pula pergantian pelatih dilakukan atas anjloknya penampilan mereka. Akhirnya, Persija sendiri menyudahi Liga Indonesia pada peringkat kesepuluh.

Bukan hanya Persija Jakarta, tim-tim yang dulunya menjadi penantang gelar karena nama besar mereka di kancah persepakbolaan nasional tidak mampu memperlihatkan taringnya. PSM Makassar, Arema FC, Persib Bandung serta Persipura Jayapura tampil penuh inkonsistensi.

Barangkali hanya Persipura Jayapura yang sempat meramaikan bursa pertarungan gelar itupun perbaikan performa berjalan pada paruh kedua liga. Mutiara Hitam pun berada di peringkat ketiga pada posisi akhir klasemen.

Sementara PSM Makassar yang berada di urutan kedua Liga Indonesia 2018, di musim ini mereka hanya bertengger di posisi kedua belas klasemen. Persib Bandung juara tahun 2014 berada di urutan keenam dan Arema FC yang juara pada tahun 2010 hanya berada di urutan kesembilan.

Baca Juga: Tak Berdaya di Laga Tandang, Masalah PSM Makassar Bukan Hanya Itu

Tercatat  sebanyak 757 gol tercipta di Liga Indoenesia dan nama Marko Simic keluar sebagai top skorer dengan lontaran 28 gol berhasil dilesatkan penyerang Persija Jakarta itu. Gol terbaik sendiri diraih oleh lesatan  David Da Silva, penyerang Persebaya ini berhasil menciptakan gol sensasional dengan solo run ke gawang Arema FC.

Sementara pemain terbaik (Best Player) Liga Indonesia berhasil di raih pemain Borneo FC Renan Silva. Pemain muda terbaik pilihan jatuh pada Todd Rivaldo Ferre, pemain asal Persipura Jayapura tampil mengkilap di antara pemain muda lainnya.

Dan tentunya pelatih terbaik adalah Stefano Teco Cugurra, pelatih asal Argentina ini sukses mengantar Bali United keluar sebagai juara.