Kembali Menu
Komunitas
Jendral Aksi Cipayung Kabupaten Bone: Kami Bukan Bagian dari Oposisi

Jendral Aksi Cipayung Kabupaten Bone: Kami Bukan Bagian dari Oposisi

Politik
Jendral Aksi Cipayung Kabupaten Bone: Kami Bukan Bagian dari Oposisi

Pahrian sebagai Jendral Lapangan (Jenrlap) aksi demonstrasi kelompok Cipayung kabupaten Bone (HMI PMII IMM) dalam rangka “Evaluasi Dua tahun Tafa’dal Jilid II” angkat bicara setelah aksi yang mereka lakukan, pada Senin (2/11) kemarin, mendapatkan sorotan publik.

Dirinya menyampaikan bahwa kehadiran Kelompok Cipayung dengan tema “Evalusi Dua tahun Kepemimpinan Tafa’dal Jilid II”, adalah wujud kecintaan kita pada daerah, yang hadir bukan dari kelompok oposisi yang anti-pemerintahan maupun dari kelompok politik kontra pemerintahan Tafa’dal, apalagi membuat kerusuhan.

“Saya sampaikan bahwa kehadiran kami adalah murni merupakan sebuah penegasan peran dan fungsi kontrol kita terhadap pemerintah yang tentu kita menginginkan hal-hal yang konstruktif dalam mengawal kebijakan daerah yang berkiprah pada pembangunan yang berkelanjutan, tapi anehnya lagi kami seolah juga dianggap pemberontak dan selalu dibenturkan pada nilai-nilai adat yang kurang ajar jika menyampaikan aspirasi”.

Selain itu, ia juga berbicara mengenai tindakan represif terhadap tiga orang massa aksi yang diduga kuat dilakukan oleh oknum kepolisan Polres Bone dan Satpol PP.

Pahrian, menyebut tindakan represif yang dilakukan oknum kepolisian dan Satpol pp terhadap massa aksi dimulai saat massa hendak masuk dengan tertib menyampaikan aksi damai ke depan Kantor Bupati namun dihalau petugas keamanan baik dari Polisi maupun Satpol PP sehingga terjadi aksi saling dorong dan berujung pemukulan.

“Saat massa saling dorong dengan petugas keamanan karena hendak masuk namun dihalau oleh polisi dan Satpol PP di situ terjadi gesekan kemudian dipukullah mahasiswa ini dengan tongkat oleh oknum polisi,” kata Pahrian.

Lanjut kata dia, pada saat kejadian, Pahrian tidak mampu menolong rekannya yang kena pukul, karena dirinya juga terhimpit dan dia juga mengaku ditendang oleh petugas keamanan

“Oleh karena itu, saya mengutuk keras tindakan aparat Kepolisian dan Satpol PP tersebut”.

Tindakan pemukulan terhadap aksi demonstran bukan kali pertama dilakukan  oleh petugas keamanan sehingga dirinya mendesak pemerintah kota Bone untuk segera mencopot oknum Pol-PP yang melakukan tindakan kekerasan itu.

“Kejadian seperti ini sering terjadi terhadap mahasiswa, namun dibiarkan begitu saja, kali ini jangan lagi, saya meminta kepada ketua umum HMI, PMII, dan IMM cabang Bone agar senantiasa berkomitmen agar masalah ini diproses secara hukum. Tidak hanya itu, saya mendesak Kapolda mencopot anggota Kapolres Bone yang gagal memberikan pengarahan kepada anggotanya untuk mengawal massa aksi dan juga copot oknum polisi yang bertindak represif pada saat menghadapi pendemo dari mahasiswa”.

“Pemerintah Bone juga harus ikut bertanggung jawab dalam persoalan ini, copot oknum-oknum Pol-PP yang melakukan tindakan represif, serta kasat Pol PP Kabupaten Bone”.

Jangan lewatkan

Tinggalkan Balasan