Kembali Menu
Komunitas
Terkait Laporan Pemda Bone, HMI: Bukti Kegagapan Pemerintah Menerima Gagasan!

Terkait Laporan Pemda Bone, HMI: Bukti Kegagapan Pemerintah Menerima Gagasan!

Organisasi
Terkait Laporan Pemda Bone, HMI: Bukti Kegagapan Pemerintah Menerima Gagasan!

Peserta demonstrasi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bone yang tergabung dalam kelompok Cipayung Kabupaten Bone menyayangkan tindakan pemerintah daerah yang dianggap kontra-produktif terhadap aksi massa “Evaluasi Tafaddal Jilid II” yang berujung pemukulan, pada Senin (2/11) lalu.

Pemerintah Kabupaten Bone melayangkan laporan ke Polres Bone, pada Kamis (6/11) kemarin, terkait tindakan pengrusakan fasilitas di kantor bupati yang menjadi lokasi aksi yang berujung bentrok antara massa dan petugas keamanan.

“Seharusnya pemerintah daerah bersikap produktif terhadap kehadiran mahasiswa dari berbagai organisasi yang menawarkan gagasan produktif terhadap pembangunan daerah bukan malah memberikan tendensi dengan melaporkan aksi pengrusakan yang saya anggap hanya sebatas tekanan psikologi untuk menurunkan semangat teman-teman,” kata Kader HMI Rafli kepada Lapmi, pada Kamis (6/11) sore.

Menurutnya, perihal pengrusakan yang disangkakan adalah kekeliruan karena pagar yang dimaksud masih baik baik saja.

“Waktu itu masih berfungsi dengan baik ketika salah satu pihak kepolisian membuka pagar tersebut dan memberikan jalan kepada massa aksi untuk masuk ke dalam menyampaikan aspirasi, sampai teman teman bergeser dari kantor bupati”.

Rafli pun juga menyayangkan sikap pihak keamanan dalam hal ini Satpol PP dan Polres Bone yang melakukan kekerasan pada massa aksi.

“Seharusnya, Kasatpol PP menindak anggotanya yang melakukan tindakan kekerasan terhadap aksi Massa, bukan malah memberikan tendensi,” menanggapi laporan balik Kasatpol PP. Begitupun dengan pihak kepolisian agar kiranya menindaki anggotanya yang melakukan tindakan kekerasan kepada aksi massa yang tidak sesuai dengan Perkapolri No.9 tahun 2008 dan Perkapolri No.16 tahun 2006.”

Laporan Pemda dan Kasatpol PP sendiri sudah diterima Polres Bone dan sementara diproses dengan mengumpulkan bukti-bukti di lapangan.

“Semuanya akan kita tindaklanjuti dengan melakukan pengumpulan bukti dan pengambilan keterangan baik dari pihak pelapor dan terlapor,” kata Iptu Rayendra pada keterangan pers yang diterima. (red)