Bitter
Lompatan Teknologi dan Ekonomi di Era Revolusi Industri 4.0

Lompatan Teknologi dan Ekonomi di Era Revolusi Industri 4.0

Opini
Lompatan Teknologi dan Ekonomi di Era Revolusi Industri 4.0

Beberapa malam lalu, saya baru saja menyelesaikan Buku tentang seorang Tokoh Teknologi, namanya Steve Jobs. Ini kedua kalinya buku tersebut saya baca. Setelah sebelumnya pernah beberapa Bulan lalu. Dilain kesempatan juga pernah mengenal profil Jobs melalui buku dan oleh penulis yang berbeda.

Hal menarik mengetahui kisah dari Steve Jobs ialah, seluruhnya tidak hanya seputar keberhasilan. Banyak gelombang hidup yang dialaminya. Mulai dari kehidupan saat sekolah, membangun usaha, dan pribadi. Tiada yang instan memang, bahkan seorang Steve Jobs yang begitu dikenal dengan keberhasilannya membangun Apple. Pernah juga tenggelam dan gagal.

Tahun 1980 – 1986 merupakan suatu masa yang cukup kelam di perjalan Steve Jobs Bersama Apple. Kegagalan Apple III merupakan awal pukulan telak. Peran besar Woz pada produk Apple III justru mengakibatkan keterpurukan produk tersebut. Meski telah dilakukan evaluasi.

Setelahnya, adalah kisah menarik bagaimana Steve Jobs membawa ambisinya melalui komputer dengan Graphic User Interface (GUI), dengan mencanangkan proyek Lisa. Meski akhirnya terusir dari tim proyek yang ia bentuk sendiri.

Terdepaknya Jobs dalam tim pengembangan, dapat dimaknai biasa saja. Akan tetapi, masalah besarnya adalah ulah Jobs yang menjengkelkan. Ia terlalu egois, memaksakan ide, kehendak, dan kemauan pribadinya. Bahkan, Jobs juga tak segan bersikap kasar secara personal terhadap anggota tim lainnya.

lompatan teknologi dan ekonomi - profil steve jobs

Pada 1986, Jobs akhirnya harus menerima kenyataan pahit terusir dari “rumahnya” sendiri. Ia didepak karena pertimbangan para petinggi perusahaan. Apple saat itu adalah perusahaan terbuka. Hal itu membuat(nya) terpukul, Perusahaan yang ia dirikan dengan susah payah, malah harus ditinggalkan dengan kondisi terusir.

Jelas terpuruk, tapi Steve Jobs punya mental petarung sejati. Tidak mungkin akan terus meratapi nasib buruk. Dunia Teknologi adalah Habitat dari Steve Jobs. Ia yang sejak kecil telah akrab dengan berbagai Teknologi. Dengan cepat mengambil langkah, Jobs mengambil alih satu divisi desain grafis di Lucas Film (setelah diambil alih oleh Jobs kemudia berganti nama menjadi Pixar).

Berbekal pengalaman saat di Apple Jobs akhirnya menahkodai Pixar. Dilakukanlah perombakan besar – besaran. Meski sama, sebagai perusahaan teknologi, Apple bergerak pada perangkat keras sementara Pixar dibidang animasi dan grafis.

Pada 1988 Pixar merilis film berjudul Tin Toy. Film ini diterima oleh masyarakat dengan penilaian yang sangat bagus. Bahkan karya film animasi ini mendapat penghargaan Academy Award. Jobs membuktikan dirinya, berlanjut bersama Pixar menjadi pelopor Film Animasi yang sukses. Sementara itu Apple tidak pernah meraih suksesnya lagi setelah ditinggalkan Jobs.

Setelah Apple mengalami perubahan di level Top Management, Steve Jobs akhirnya kembali. Tidak lama sekembalinya, ia melakukan Inovasi dengan rancang ulang OS, mengawinkan UNIX-based NeXTstep.

lompatan teknologi dan ekonomi - steve jobs kawinkan UNIX-based NeXTstep
Steve Jobs, konfrensi pers di Next – sumber: fortune.com

Apple seperti memiliki senjata baru. Selanjutnya Jobs menggagas ide untuk membuat perangkat komputer yang mobile, bisa di bawa kemana saja. Tidak berhenti disitu, Jobs hal yang luar biasa lainnya ialah melakukan kerja sama dengan Microsoft.

Beberapa gebrakan Steve Jobs membuahkan hasil. Produk iMac, menjadi tulang punggung baru produk perusahaan dengan Revenue tahunan dan penjualan yang terus meningkat. Melalui ide dan inovasinya cemerlangnya, Steve Jobs menjadi Rising Star untuk Apple. Watak Jobs memang tidak pernah puas. iMac yang telah menjadi produk sukses tidak membuat ia berhenti.

Steve Jobs terus memotori produk lain melalui ide-idenya, salah satu yang populer lainnya adalah iPod (Musik dikantongmu). Lalu, yang paling muktahir adalah iPhone. Yang sampai hari ini kita masih dapat melihatnya terus berkembang dengan Inovasi terbaru.

Meski Steve Jobs telah mati, tetapi karyanya akan selalu ada dan kita gunakan. Jobs orang yang memahami perubahan Zaman, hal tersebut adalah dasar atas kemampuannya keluar dari masalah yang dihadapi, lewat Lompatan Ide dan Teknologi.


Demikian potongan dari kisah yang menarik dari Steve Jobs. Lebih dari itu, banyak hal yang bisa kita pelajari dari Steve Jobs. Berangkat dari sana, Saya mencoba belajar lebih soal lompatan Teknologi dan ide.

Tentu menarik membayangkan manusia akan mengalami kemudahan dengan ditemukannya Teknologi terbaru. Begitulah perubahan terjadi, tapi di Era ini perubahan terjadi dengan begitu cepat. Lantas bagaimana kemudian?, Kita akan diam saja, ingin terlibat atau hanya akan terjebak dalam kecepatan Era Revolusi Industri ini.

Seperti menarik Dunia Fisik dalam Dunia Digital. Itulah yang sedang berlangsung saat ini, Era Distruption.

Lompatan Teknologi dan Ekonomi di Era Revolusi Industri
Lompatan Teknologi dan Ekonomi di Era Revolusi Industri (sumber gambar: medium.com)

Konsep “Industri 4.0” pertama kali digunakan di publik dalam pameran industri Hannover Messe di kota Hannover, Jerman di tahun 2011. Pertemuan inilah yang mulai mengenalkan urutan Revolusi Industri. Karena sebelumnya hanya dikenal Revolusi Digital dan Revolusi Teknologi. Padahal kita hanya terlambat sadar dan lupa membaca, akan perubahan dunia.

Menurut sumber dan beberapa referensi, perubahan yang begitu besar ini disebabkan beberapa tahao Revolusi Industri;

Revolusi Industri 1.0: Mesin Uap

Revolusi industri pertama adalah yang paling sering dibicarakan, yaitu proses yang dimulai dengan ditemukan lalu digunakannya mesin uap dalam proses produksi barang. Penemuan ini sangat penting. Sebelum adanya mesin uap, hanya dapat mengandalkan tenaga otot, air, dan angin untuk menggerakkan apapun.

Masalahnya, tenaga otot amat terbatas. Misalnya; manusia, kuda, sapi dan tenaga-tenaga otot lainnya tidak mungkin bisa mengangkat barang yang amat berat, bahkan dengan bantuan katrol sekalipun.

Illustrasi revolusi industri pertama, oleh: H. T. Alken/Wikimedia Commons

Butuh istirahat secara berkala untuk memulihkan tenaga tersebut, sehingga proses produksi tidak dapat berjalan 24 jam. Sebagai gambaran, di era VOC, butuh waktu sekitar 6 bulan untuk kapal dari Belanda untuk mencapai Indonesia, lalu 6 bulan lagi untuk berlayar dari Indonesia ke Belanda. Artinya, kalau mau berlayar bolak balik Batavia-Amsterdam-Batavia, butuh waktu setahun!.

Maklum, terkadang ada kalanya benar-benar tak ada angin di laut, terkadang ada angin tetapi berlawanan dengan arah yang diinginkan. Dengan Mesin uap yang ditemukan tahun 1776, semua hal tersebut mengalami perubahan signifikan.

Revolusi Industri 2.0: “ketika otot diganti mesin”

Revolusi industri pertama memang penting dan mengubah banyak hal. Namun, yang tak banyak dipelajari adalah revolusi industri kedua yang terjadi di awal abad ke-20. Saat itu, produksi dilakukan secara massif menggunakan mesin.

Tenaga otot sudah digantikan oleh mesin uap, dan kini tenaga uap mulai digantikan dengan tenaga listrik. Namun, proses produksi di pabrik masih jauh dari proses produksi di pabrik modern, khususnya dalam hal transportasi. Pengangkutan produk di dalam pabrik masih berat, sehingga macam-macam barang besar, seperti mobil, harus diproduksi dengan cara dirakit di satu tempat yang sama.

revolusi industri kedua, kelistrikan dan pabrik
Illustrasi revolusi industri kedua (sumber gambar: differencebetween.com)

Akhir 1800-an, mobil mulai diproduksi secara massal. Namun ini dikerjakan oleh satu perakit mobil saja dan waktu yang lama. Di tahun 1912, Ford cuma bisa memproduksi 68.773 mobil dalam setahun. Artinya, sistem “Satu perakit, satu mobil” tak bisa dipertahankan.

Sistem produksi harus direvolusi. Lalu Penggunaan tenaga listrik, ban berjalan, dan lini produksi ini menurunkan waktu produksi secara drastis, kini sebuah Ford Model T bisa dirakit cuma dalam 95 menit. Akibatnya, produksi Ford Model T melonjak, dari 68 ribuan mobil di tahun 1912, menjadi 170 ribuan mobil di tahun 1913, 200 ribuan mobil di tahun 1914, dan tumbuh terus sampai akhirnya menembus 1 juta mobil per tahunnya pada 1922, dan nyaris mencapai 2 juta mobil di puncak produksinya, di tahun 1925.

Totalnya, hampir 15 juta Ford Model T diproduksi sejak 1908 sampai akhir masa produksinya di tahun 1927. Semua berubah dari cara kerja sampai pada jumlah produksi. Demikian fenomena yang terjadi dimasa tonggak fase kedua Revolusi Industri berlangsung.

Revolusi Industri 3.0: Komputerisasi

Setelah mengganti tenaga otot dengan uap, lalu produksi paralel dengan serial, perubahan apa lagi yang bisa terjadi di dunia industri?. Faktor berikutnya yang mengalami pergantian adalah manusianya.

Setelah revolusi industri kedua, manusia masih berperan amat penting dalam produksi barang-barang, seperti telah disebutkan sebelumnya, ini adalah era industri!.

Revolusi industri ketiga mengubahnya. Pada revolusi fase ini, abad industri pelan-pelan berakhir, dan era informasi dimulai. Jika revolusi indsutri pertama dipicu oleh mesin uap, revolusi kedua dipicu oleh ban berjalan dan listrik, revolusi ketiga dipicu oleh mesin yang bergerak, dan berpikir secara otomatis: komputer dan robot.

revolusi industri ketiga, komputerisasi - Colossus, komputer pertama dunia.jpg
Revolusi industri ketiga, komputerisasi (sumber gambar: youtube, computingheritage)

Komputer semula adalah barang mewah. Salah satu komputer pertama yang dikembangkan di era Perang Dunia 2 sebagai mesin untuk memecahkan kode buatan Nazi Jerman.

Komputer yang bisa diprogram pertama tersebut bernama Colossus, adalah mesin raksasa sebesar sebuah ruang tidur. Tidak punya RAM, dan tidak bisa menerima perintah dari manusia melalui keyboard, apalagi touchscreen, melainkan melalui pita kertas.

Komputer purba ini juga membutuhkan listrik luar biasa besar: 8500 watt! Namun kemampuannya gak ada sepersejutanya smartphone yang ada di kantong kebanyakan orang saat ini.

Revolusi Industri 4.0: Digitalisasi

Semua revolusi itu terjadi menggunakan revolusi sebelumnya sebagai dasar. Industri 2.0 takkan muncul selama kita masih mengandalkan otot, angin, dan air untuk produksi.

Industri 3.0 pada intinya meng-upgrade lini produksi dengan komputer dan robot. Demikian, industri 4.0 juga pasti menggunakan komputer dan robot ini sebagai dasarnya. Jadi, kemajuan apa saja yang muncul di dunia komputer kita akhir-akhir ini?

Pertama, kemajuan yang paling terasa adalah internet. Semua komputer tersambung ke sebuah jaringan bersama. Komputer juga semakin kecil sehingga bisa menjadi sebesar kepalan tangan kita, demikian akhirnya kita jadi punya smartphone. Seluruh pengguna tersambung dan selalu berada dalam jaringan raksasa bersama.

revolusi industri 4.0, Internet of Things
Illustrasi revolusi industri 4.0, internet of thing (sumber gambar: intelligenthq.com)

Inilah bagian pertama dari revolusi industri keempat: “Internet of Things”. Saat komputer-komputer yang ada di pabrik itu tersambung ke internet, saat setiap masalah yang ada di lini produksi bisa langsung diketahui saat itu juga oleh pemilik pabrik, di manapun si pemilik berada.

Disruption dan Algoritma.

Inilah Era yang kita hadapi, bagaimana lompatan Ekonomi sudah sangat jauh. Batas nyata dan Digital mulai banyak mengambil peran dan memberi pengaruh yang sangat besar.

Setiap revolusi industri sejatinya adalah proses yang rumit dengan pengaruh luar biasa luas, baik pengguna secara pribadi maupun sebagai bagian dalam masyarakat. Tulisan ini berharap menyentuh permukaan setiap revolusi industri, di saat revolusi industri keempat sedang berlangsung.

Jadi, kita akan mengalami Era ini hingga akhirnya menjadi sejarah. Dengan basis segala hal yang terjadi pada ketiga revolusi industri sebelumya, dapatkah kita menerka apa yang akan terjadi di masa mendatang.

Era disruption dan algoritma
Ilustrasi Era Disruption dan Algoritma (sumber gambar: thejakartapost.com)

Manusia saat ini sedang dalam peradaban bersejarah, masa saat revolusi industri keempat hangat dibicarakan, dipersiapkan, diperdebatkan, dan dimulai.

Melihat pola sejarah, akan terjadi perubahan besar di dunia ini. Jutaan pekerjaan lama yang semula mapan, dan diandalkan oleh kakek-nenek bahkan ayah-ibu kita akan menghilang.

Jutaan pekerjaan baru yang tak terpikirkan oleh kita akan muncul. Jawaban dari ini semua. Adalah Pendidikan Teknologi harus dipacu lebih cepat lagi. Kita tidak boleh tinggal diam, harus bersiap dan terus optimis.

Setiap revolusi industri, walaupun mengguncang Ekonomi, Politik, bahkan Budaya, dan memiliki banyak sekali sisi negatif serta masalah, akhirnya selalu mampu membawa kita ke masyarakat yang lebih baik.

Revolusi industri keempat akan menggilas banyak jenis latar kehidupan, tetapi siapa bilang orang-orang dengan ragam latar kehidupan yang tergilas itu tidak bisa bangkit dan memanfaatkan roda penggilas mereka ?. Benar adanya harusnya kita mengambil peran untuk berada dalam gerbong perubahan. Bukan lagi hanya penonton dipinggir stasiun, apalagi menjadi penumpang gelap.

Kita harus punya Industri Mandiri dan Berdikari agar tidak menjadi Negara Konsumtif. Ekonomi Kerakyatan harus nyata ada disetiap 74.000 Desa di Indonesia.

Membayangkan setiap Desa memiliki produk unggulan, memiliki akses internet, dan infrastruktur listrik mandiri.

Anak – anak Desa bisa menjangkau informasi lebih banyak. Mempelajari Koding, Artificial Intelegence, Big Data dan Produk Desa berada pada E-Commerce yang dikelola oleh BumDes. Ini bukan mimpi, tapi butuh usaha untuk meraih itu.