Kembali Menu Beranda
Bitter
Lyon telah Melawan Sebaik-baiknya Dihadapan Bayern yang Terlalu Perkasa

Lyon telah Melawan Sebaik-baiknya Dihadapan Bayern yang Terlalu Perkasa

Lyon telah Melawan Sebaik-baiknya Dihadapan Bayern yang Terlalu Perkasa

Gema.id – Marjin yang sangat melebar di kedua sisi tim. Beyern Munchen dengan meyakinkan ke final, Lyon yang tampil sebagai kuda hitam di musim ini dihajar dengan skor telak 3-0. Setelah beberapa kali tim asal Prancis menghindari kematian dan membalikkan semua prediksi, Lyon kini terkapar.

Menendang Juventus dengan Cristiano Ronaldo nya di babak 16 besar, mematikan taktik si Jenius Pep Guardiola di perempat final, Lyon tak begitu memiliki cukup tenaga lebih untuk menggulingkan Goliath Eropa, Bayern Munchen.

Lyon di awal pertandingan telah membanjiri sayap mereka, membuka ruang di belakang full-back Bayern dan menyerbu dengan tegas ke arah depan, mengeksploitasi pertahanan mereka.

Pertama, adalah Memphis Depay menembus dan tanpa celah. Setelah menerkam operan ceroboh, Thiago Alcantara, dia melewati Manuel Neur tetapi hanya bisa menyaksikan dengan sedih saat tembakannya mengenai sisi jaring. Beberapa menit kemudian, Toko-Ekambi meliuk-liuk dengan luar biasa di sekitar Alphonso Davies dan melakukan kesalahan pada penjaga gawang, hanya menunjukkan ekspresi sedih yang sama.

Sesuatu yang seharusnya tidak bisa Anda buang saat mencoba membongkar pertahanan Bayern. Lalu apa yang kemudian terjadi setelahnya. Pukulan tanpa ampun tiba, Gnabry menggeliat di sepanjang tepi  kotak dan melepaskan tembakan ke atas gawang. Tiga peluang, dalam 58 detik.

Bayern dan sisi terkuatnya yang  tidak tertandingi di Eropa, menghukum lawan dengan berbagai cara dari berbagai arah. Robert Lewandowski amat padu dengan Gnabry membuat setiap gerakan Bayern terasa sangat ekspresif dan instingtual. Gnabry mencetak brace pada pertandingan ini, sementara sang predator Lewandowski kembali memakan korban.

Ini bukan berarti bahwa mereka tidak bisa ditembus, pada malam di mana Neur dipaksa untuk membuktikan kemampuannya sendiri pada beberapa kesempatan. Celah pertahanan mereka yaitu ruang di belakang dengan garis tinggi – terlihat saat mereka kebobolam dua gol dalam pembatain 8-2 melawan Barcelona.

Toko-Ekambi yang gagal menerkam saat mendapat kesempatan bagus lainnya di babak kedua. Umpan panjang yang paling sederhana kadang-kadang menyebabkan malapetaka karena permainan menjadi melebar dan berubah menjadi pola putus asa saat Lyon mengejar gol balasan. Ketika dihadapkan pada keterampilan dan kecepatan Kylan Mbappe dan Neymar, tidak ada jaminan bahwa  terjadi kelemahan serupa akan terbuka jauh lebih kejam.

Tapi jangan lupa sisi lainnya, Bayern memilki kualitas yang dibentuk berkat kekuatan finansial. Skuad yang bernilai mendekati satu miliar paund melawan skuad  yang kurang dari nilai itu

Statistik itu sendri menunjukkan ketimpangan sebenarnya dari pencapaian Lyon. Mereka telah berubah menjadi undergog yang hebat musim ini, non unggulan, melahirkan anomali dan memberikan suasana yang tidak dapat diprediksi saat hal-hal seperti itu jarang terlihat di sepak bola Eropa sekarang.