Kembali Menu
Gema.id
Nasabah Pinjaman Online Ingin Bunuh Diri Lantaran Tidak Sanggup Bayar Dengan Bunga dan Teror Debt Collector.

Nasabah Pinjaman Online Ingin Bunuh Diri Lantaran Tidak Sanggup Bayar Dengan Bunga dan Teror Debt Collector.

Nasabah Pinjaman Online Ingin Bunuh Diri Lantaran Tidak Sanggup Bayar Dengan Bunga dan Teror Debt Collector.

Gema.ID – Jerat utang lintah darat berkedok Pinjaman online masih terus bertebaran. Hal ini seperti yang dialami salah satunya adalah Eny (39). Seorang cleaning service yang meminjam uang 1 juta rupiah dari pinjaman online.

Eny bahkan harus dijauhi oleh keluarganya yang kesal karena diteror oleh Dept Collector tempat Eny meminjam uang. Cerita tentang teror yang ditujukan tidak hanya ke nasabah memang kerap kali didengar.

Peminjam akan dipermalukan oleh dept collector di depan keluarga dan kerabatnya jika nasabah tidak membayar uang pinjaman dalam waktu yang relatif singkat dengan bunga yang cukup tinggi.

Eny sendiri awalnya meminjam uang sebesar 1 juta rupiah namun dipotong biaya adminitrasi sebesar 200 ribu rupiah, jadi total yang diterima Eny hanya 800 ribu rupiah. PInjaman tersebut didapatkan dari pinjaman online yang didapatkan melalui SMS balst marketing perusahan fintech tersebut.

Baca Juga : Ciri-Ciri Pinjaman Online Ilegal

Pada saat jatuh tempo, Eny ditagih oleh phak pinjaman online dan harus membayar pinjaman ditambah dengan bunga 500 ribu rupiah. Total bunga ini lebih besar 50 % dari pokok pinjaman yang didapatkan Eny.

Proses penagihan pun tidak hanya dilakukan ke Eny tapi juga keluarga Eny. Salah satu kemanakan Eny bahkan marah kepadanya karena terus saja diganggu oleh Dept Collector tersebut.

Pinjamalan online secara ilegal mengambil seluruh data yang ada pada ponsel yang digunakan untuk pinjaman online termasuk kontak, recent call dan gallery.

Akibatnya wanita yang dulunya bekerja sebagai Cleaning service ini sudah tidak bisa lagi membayar utangnya karena kesulitan mendapatkan pekerjaan di tengah wabah pandemik Corona ini.

Kekejaman cara-cara penagihan yang dilakukan oleh pihak Pinjaman online tersebut bahkan membuat Eny pernah berfikir untuk bunuh diri lantaran tidak tahan dengan teror yang ia alami.

“Terus terang samapi saat ini saya rasa ingin mengakhiri hidup saja,” jelas Eny sebagimana yang dilansir dari CNN Indonesia, Selasa (12/5/2020).

Eny bukanlah satu-satunya korban yang terjerat kasus pinjaman online, namun ada banyak kasus diluar sana yang mungkin tidak terekspos oleh publik. Sebut saja NF (38) supir angkor, SK (35) karyawan minimarket, ZF (35) supir Taksi merupakan deretan korban bunuh diri akibat dari pinjaman online ilegal.

Bagi kalian yang sudah menjadi korban dari jerat pinjaman online ilegal ini ada baiknya untuk melaporkan kasus yang kalian alami di laman https://www.lapor.go.id/instansi/otoritas-jasa-keuangan atau mengirim email ke waspadainvestasi@ojk.go.id untuk mendapatkan pendampingan.