Kembali Menu
Gema.id
Pandangan Ultra-konservatif Khabib Nurmagomedov adalah Warisan yang Rumit

Pandangan Ultra-konservatif Khabib Nurmagomedov adalah Warisan yang Rumit

Pandangan Ultra-konservatif Khabib Nurmagomedov adalah Warisan yang Rumit

Atlet muslim paling populer kedua di dunia saat ini pensiun pada puncak permainannya sebagai juara paling dominan dalam sejarah UFC. Namun warisan yang ditinggalkannya rumit.

Alhamdulillah. Tuhan memberi saya segalanya.”

Ungkapan Islami adalah kata-kata pertama yang diucapkan oleh Khabib Nurmogomedov setelah kemenangan kuncinya pada hari Sabtu (24/10) atas juara kelas ringan Justin Gaethje di UFC 245.

Kata-kata tersebut membawa beban dari beberapa bulan terakhir kehidupan sang juara, sebuah periode yang dipenuhi dengan kematian ayahnya, virus corona dan harapan yang berat. Sekarang untuk pertama kali dalam karirnya yang termahsyur, Khabib Nurmagomedov tampak lega. Dia tahu waktunya sudah habis.

Saat Khabib Nurmagomedov menunggu tangannya diangkat setelah kemenangan kuncian yang menakjubkan, dia mulai menggigit tali sarung tangannya. Dia bisa membebaskan dirinya dari sebuah belenggu, lalu dengan lirih mengungkapkan bahwa pertandingan itu adalah permainan terakhirnya.

“Hari ini saya ingin mengatakan bahwa ini adalah pertarungan terakhir saya. Tidak mungkin saya akan datang ke sini tanpa ayah saya[…..] saya berjanji kepada ibu saya bahwa ini akan menjadi pertarungan terakhir saya,” tambah Nurmagomedov sambil menahan air mata. “Dan jika saya memberikan kata-kata saya harus mengikutinya.

Juara paling dominan dalam sejarah UFC telah pensiun di puncak permainannya, tanpa cacat sama sekali dengan rekor seni bela diri campuran yang tak terkalahkan.

Sepanjang karirnya yang sekarang melagenda, Khabib Nurmagomedov (29-0) mengumpulkan salah satu rekor paling mengesankan di semua olahraga—rekor yang ditandai dengan penampilan dominan, gaya bertarung yang mencekik, dan pesona unik yang menjadikannya salah satu atlet paling menarik, dalam satu generasi.

Banyak pengamat MMA telah memperkirakan dalam beberapa tahun terakhir bahwa pria Dagestan akan mencapai ke 30-0 sebelum pensiun namun sebelum mencapi itu, ia menegaskankan bahwa dirinya telah selesai. 

Khabib Nurmagomedov adalah entitas unik yang ada dalam pertarungan yang tidak stabil seperti MMA. Bukan hanya karena dia tidak pernah kalah dalam 29 pertandingan; dia tidak pernah sekalipun dirobohkan, tidak pernah dipotong, bahkan ketika menghadapi petarung paling elite yang pernah ada dalam olahraga ini. Conor McGregor, Dustin Poirier, Rafael dos Anjos dan Gaethje. Semuanya adalah mantan juara dunia di UFC dan mereka hampir tidak bisa menyentuh Khabib. Semua tampak ketakutan, semua menyerah pada tekanan tak henti-hentinya dari orang Rusia yang rakus itu, dibongkar oleh grappler yang tak kenal lelah dan kecepatannya yang luar biasa.

Namun terlepas dari itu kehebatan atletiknya perlu dipertanyakan lagi sebagai warisan Nurmagomedov yang rumit dengan afiliasi kuat dengan tokoh-tokoh otoriter dan oligarki, advokasi untuk peningkatan sensor budaya dan misoginisme.

Lahir pada tahun 1988 kemudian dibesarkan di sebuah desa sederhana, tepatnya di puncak republik Dagestan yang beraneka ragam etnis. Dia menghabiskan masa kecilnya di bawah asuhan almahrum ayahnya, Abdulmanap, seorang pegulat ulung yang kelak menjadi pelatih dengan mengabdikan hidupnya untuk melatih pemuda Dagestan itu.

Pada suatu pagi di bulan September 1997 Abdulmanap Nurmagomedov memberi tahu putra keduanya bahwa ia akan menjalani tes. Dia mendekati Khabib—tiga hari sesudah ulang tahunnya yang kesembilan—dan membawanya keluar menuju hutan, di mana seekor beruang dirantai di pohon terdekat. Abdulmanap kemudian menyalakan kamera genggam, mengarahkan ke putranya dan memerintahkannya untuk bergulat dengan hewan itu.

Jadi Khabib muda itu membungkuk, menyelinapkan dagu ke dadanya dan menerjang beruang itu. Lebih dari dua dekade setelah pertemuannya yang menentukan dengan anak beruang, Khabib mengumpulkan rekor MMA yang tak terkalahkan dengan 29 kemenangan berturut-turut, 13 di antaranya terjadi di UFC, promosi olahraga paling menonjol. Resumenya yang tidak bercacat hanya cocok dengan kecepatan tanpa henti dan kecerdasan gulatnya, yang digunkan untuk menurunkan semangat lawan-lawannya.

Kemampuannya yang luar biasa untuk mengulangi proses ini secara konsisten di divisi paling kompetitif UFC adalah alasan mengapa ia mendaptkan tempatnya sebagai raja olahraga pound-for-pound dan salah satu atlet muslim paling populer di planet ini nomor dua setelah Mohammed Salah di Mesir.

Namun di luar pencapaian atletik dan ketenarannya, Nurmagomedov juga menjadi berita utama untuk daftar kontroversi, termasuk afiliasi lama dengan diktator Chechen, Ramzan Kadyrov—tiran pembunuh yang terkenal karena menindas rakyatnya dan melakukan pemberisihan pada komunitas LGBT Chechen.

Selama beberap tahun terakhir, Kadyrov telah mengundang Nurmagomedov untuk menyelenggarakan seminar pelatihan di klub pertarungan Akhmat MMA milik sang dikatator, fasilitas pelatihan yang didanai oleh Kadyrov sendiri; mengundangnya untuk menghadiri beberapa pertunjukkan Akhmat MMA sebagai tamu kehormatannya. Nurmagomedov bahkan melangkah lebih jauh dengan mempromosikan Kadyrov sebagai pemimpin yang kuat selama sengketa perbatasan antara Chechen dan Dagestan.

Sementara hubungan Nurmagomedov dengan Kadyrov mungkin tidak sepenuhnya mencerminkan politik pribadi, tapi ia telah membiarkan dirinya dikooptasi oleh seseorang dikatator yang menggunakan hubungannya dengan para atlet untuk mengubah citra dirinya sebagai seorang pemimpin yang murah hati, pecinta olahraga dan untuk mengalihkan perhatiannya dari sosok pelanggar hak asasi manusia.

Nurmagomedov juga berafiliasi dengan rezim otoriter lainnya, termasuk Kerajaan Bahrain melalui salah satu pangeran monarki, Sheikh Khalid bin Hamad Al Khalifa. Pada 2015, Nurmagomedov bergabung dengan KHK MMA, fasilitas pelatihan MMA yang didanai oleh pangeran sendiri, dan mewakili organisasi selama hampir setahun.

Di luar meminjamkan namanya kepada tiran dan lalim, Nurmagomedov juga memiliki hubungan dengan Ziyavudin Magomedov, seorang oligark Dagestan yang ditangkap pada April 2018 atas tuduhan penggelapan dan menghadapi potensi hukuman penjara tahun 20 tahun. Oligariki adalah salah satu sponsor Nurmagomedov, dan bertanggung jawab untuk menanggung biaya pelatihan dan membayar operasi punggung Nurmagomedov pada tahun 2017. Setelah Magamedov ditangkap pada 2018, Khabib Nurmagomedov menggunakan pidato pasca-pertarungan UFC untuk memohon kepada presiden Rusia Vladimir Putin agar membebaskannya.

Menyusul kemenangan Nurmagomedov yang sangat dipublikasikan melawan bintang UFC yang dipermalukam Conoc McGregor, juara UFC mengukuhkan tempat sebagai salah satu atlet muslim paling populer di dunia, serta salah satu selebriti paling berpengaruh di Rusia. Nurmagomedov kemudian menggunakan pengaruh ini untuk memajukan pandangan dunianya yang ultra konsevatif, termasuk untuk berkampanye melawan perisitiwa budaya yang terjadi di kampung halamannya, Dagestan.

Kemenangan kuncian Khabib Nurmagomedov atas Conor McGregor. Foto: The Guardian.
Khabib Nurmagomedov vs Mcgregor

Pada September 2018, ia menyarankan untuk menutup semua klub malam di republik asalnya dan mengkritik konser rap yang berlangsung di Makhckala, Dagestan, yang mengakibatkan rapper Egor Kreed membatalkan penampilannya di sana, karena mengganggap amoral dan mencoreng nilai budaya. Ketika Nurmagomedov diminta untuk menyampaikan pendapatnya tentang pembatalan konser tersebut ia menyatakan bahwa kehilangan acara tersebut “bukan kerugian besar”.

Pada tahun 2019 Nurmagomedov terlibat dalam pertempuran sensor lainnya ketika dia berbicara menentang drama kontroversial  berjudul Hunting for Men, yang menampilkan seorang wanita merayu seorang pria sambil mengenakan pakaian seksi. Juara UFC mengkritik adegan ini itu sebagai “kotoran” dan menuntut mereka yang berada di balik pertunjukan itu bertanggung jawab. Komentar Nurmagomedov memicu kemarahan di republik asalnya, mendapatkan daya tarik di antara politisi lokal dan sesama atlet, dan menyebabkan prosedur drama tersebut menerima dugaan ancaman di media sosial.

Terlebih lagi Nurmagomedov juga mengungkapkan pandangannya tentang perempuan di UFC.

“Untuk perempuan, saya punya saran yang sangat bagus, jadilah pejuang di rumah,” kata Nurmagomedov saat melayangkan pandangan misoginisnya dalam sebuah forum di Arab Saudi.

Sedaret kontroversi Khabib Nurmagomedov berlangsung di balik karir mengkilpanya. Ini tidak akan mengubah prestasi atletiknya yang pergi meninggalkan arena pertarungan saat masih berada di puncak, tetapi memperumit warisan sebagai salah satu atlet terhebat sepanjang masa.