Kembali Menu
Gema.id
Ronald Koeman Pimpin Perombakan Barcelona dengan Menyingkirkan Para Bintang

Ronald Koeman Pimpin Perombakan Barcelona dengan Menyingkirkan Para Bintang

Ronald Koeman Pimpin Perombakan Barcelona dengan Menyingkirkan Para Bintang

Gema.id – Manajer baru Barcelona Ronald Koeman memiliki tugas besar untuk mengeluarkan beberapa nama besar dan harus cepat membubuhkan otoritasnya di klub.

“Jika tidak ada yang salah, manajer baru adalah Ronald Koeman,” kata presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu dua hari setelah pemecatan Quiquie Setien, sehari setelah kepergian Eric Abidal sebagai direktur olahraga. “Selamat Datang di Rumah!” menyambut pengumuman itu, situs klub memanggilnya ”salah satu dari kami”.

Ini adalah “kembalinya lagenda Blaugrana”, tugas pertamanya adalah menyingkirkan banyak pria yang malah lebih sukses dari dia saat bermain bersama Barcelona. “Sudah waktunya untuk mengucapkan selamat tinggal yang terhormat kepada para pemain lagendaris,” kata Bartomeu.

Identitas termasyhur Koeman dalam buku sejarah Barcelona tidak dapat dialihkan. Tentu saja dengan menyambut satu gol nya untuk Barcelona dengan tendangan bebas memberi Barcelona Piala Eropa pertama mereka pada tahun 1992. Dia tidak pernah mencetak gol yang lebih penting daripada tendangan bebas dan begitu pula orang lain dalam sejarah Barcelona. “Pahlawan Wembley,” mereka memanggilnya.

“Kami memilih Koeman karena dia tahu Barcelona,” kata Bartomeu. “Kami mengenalnya dengan baik: seperti apa dia, bagaimana dia berpikir dan bagaimana timnya bermain. Tetapi juga untuk pengalamannya, karena dia berada di The Dream Teams Cruyff, karena caranya memahami sepakbola. Dia tahu filosofi kami, cara kami bermain. “Ajax, Barcelona, Cruyff: A, B, C. A klasik.

Koeman tidak datang dari Ajax—karena sebelumnya bersama PSV— tetapi dia bermain di sana di bawah Cruyff, kemudian bergabung dengannya di Barcelona. Seorang gelandang yang dipekerjakan sebagai bek tengah yang kakinya terus bergerak, ia mencetak 88 gol dalam enam musim, di mana mereka memenangkan Piala Eropa dan empat kali berturut-turut merebut gelar liga. Dia dekat dengan Pep Guardiola jebolan Barcelona, saat menjadi asisten Louis van Gaal lalu kemudian melatih Ajax—klub kedua dari sembilan klub yang dia kelola, ditambah tim nasional Belanda.

Koeman tidak pernah menyembunyikan hasratnya bahwa melatih Barcelona adalah ambisinya, sesuatu yang tidak selalu cocok di Everton. “Ini adalah mimpinya,” kata Bartomeu, dan itu bukan omong kosong belaka.

Ada alasan mengapa dia menerima pekerjaan ini sekarang, dengan kemungkinan kesempatannya untuk melewatkan Belanda di Euro dan di sisi lain jauh dari menguntungkan, mengetahui bahwa jika dia sukses spektakuler dia kemungkinan besar akan pergi. Saat sembilan bulan ke depan pemilihan presiden Barca terlaksana, Koeman bisa tersingkir lantaran orang-orang yang membawanya ke sini tak ada lagi.

Identifikasi dekat dengan Barcelona dan Cruyff membuka pintu, seringkali cukup dengan sendirinya, seperti pendahulunya Setien.  Soal gaya bermain dia berbicara tentang keinginannya untuk menekan tinggi, membangun dari belakang dan mendominasi penguasaan bola, meskipun ada juga pragmatisme dan kemampuan beradaptasi.

“Saya selalu mengagumi Cruyff karena pemikirannya, keinginannya untuk memainkan sepakbola menarik, tetapi saya seorang bek: Saya harus memperbaiki banyak hal dan itu telah mempengaruhi ide-ide saya,” katanya. Pernyataan kembali pada ciri khas permainan Cruyffista nampaknya adalah hal yang diseriusi.

Perombakan skuad, berakhirnya era

Pada Januari 2019 lalu Koeman berbicara dengan Richard Torquemada di Esport3, Koeman memperingatkan masa depan yang akan dihadapi Barcelona. “Suarez lebih dari 30, Messi lebih dari 30, Pique lebih dari 30, Sergio [Busquets] lebih dari 30,” katanya. “Mereka masih punya beberapa tahun lagi, ya, tapi kemudian apa.”

“Anda harus berubah karena mereka adalah posisi penting dalam tim, seluruh tulang punggung. Anda akan memiliki penjaga gawang, tetapi Anda tidak memiliki bek tengah, poros, penyerang tengah atau Messi. Jadi…semoga berhasil.”

Apa yang diucapkan Koeman beberapa tahun lalu kini dirasakan, dan ia sendiri menjadi figuran. Mengganti tulang punggung itu adalah tugas Koeman saat ini, Ada juga keharusan ekonomi dan politik, juga, upaya untuk mengembalikan kekuasaan di ruang ganti, Koeman perlu tegas, apalagi perawakannya mirip Donal Trump.

Selain itu mengurangi kerugian lebih dari 300 juta euro pada 2019-2020 dengan mengurangi tagihan gaji yang terus meningkat adalah pekerjaan rumah lainnya. Ini bukan hanya soal usia dan suksesi. Tapi rencana Barcelona demi regenerasi dengan mengganti penjaga lama dengan skrup baru.

Pada hari Selasa, Bartomeu ditanyai pemain mana yang tidak untuk dijual, tidak dapat ditransfer. Dia bernama Marc-Andre ter Stegan, Clement Lenglet, Ousmane Dembele, Nelson Semedo, Frankie de Jong, Ansu Fati dan Antoine Griezmann. Dia juga menyebut Messi satu-satunya berusia di atas 30 tahun.

Dia tidak menyebutkan Pique, Busquets, Suarez, atau Jordi Alba. Meski kurang signifikan dia juga tidak menyebut Ivan Rakitic, Arturo Vidal atau Philippe Coutinho.

Pengecualian tentu saja, adalah Messi, yang pada Januari 2019 Koeman berkata: “Dia membutuhkan kebebesan tertentu. Yang lain harus bekerja untuk memastikan dia bisa berada di posisi terbaiknya.

“Bartomeu bersikeras: “Koeman telah memberi tahu saya bahwa Messi adalah landasan rencananya.” Tetapi belum ada kepastian bahwa Messi merasakan hal yang sama: sejauh ini dia tetap bungkam soal masa depannya dan presiden mengakui bahwa dia hanya berbicara dengan ayahnya, Jorge.

Messi mungkin membutuhkan bujukan untuk memimpin skuad muda Barca daripada terus bermain dengan teman-teman seangkatannya saat berjaya atau memilih untuk pergi dari Barcelona kemudian berdamai dengan keadaan.

”Kami orang Belanda,” kata Koeman kepada Torquemada. “Kami tidak takut memasukkan pemain muda, kami terbiasa melakukan itu. Saya selalu mengatakan bahwa saya memiliki satu pemain berusia 30 tahun dan satu lagi berusia 22 tahun bermain di level yang sama, saya akan memainkan pemain berusia 22 tahun karena dia masa depan.

“Anda harus memasukkan anak-anak yang tumbuh di rumah jika mereka memiliki kemampuan. Saya selalu mendukung itu karena mereka tahu bagaimana Barcelona bermain, meskipun jika Anda tidak memiliki peran itu Anda harus melihat ke luar.”

Kesuksesan Koeman dengan tim muda Belanda memperkuat gagasan bahwa ini adalah tugas baginya. Lalu ada pengalaman Valencia 2008, ketika dia menghadapi kelas berat di ruang ganti David Albelda, Santi Canizares dan Miguel Angel Angulo mengucilkan peran mereka sepenuhnya.

“Denyut nadinya tidak akan berubah,” adalah ungkapan yang sering terdengar selama beberapa hari terakhir.  Yang lainnya adalah “tangan besi”. Dengan kata lain, ia memiliki keberanian kekuatan dan kepribadian yang tidak dimiliki Ernesto Valverde dan Setien: ia akan membela pemain, bukan menjadi kaki tangan mereka. Singkatnya, akan memaksa mereka keluar.