Kembali Menu Beranda
Gema.id
Ronaldinho Membuat Dunia Tertawa dan Kita Sulit Melupakannya

Ronaldinho Membuat Dunia Tertawa dan Kita Sulit Melupakannya

Ronaldinho Membuat Dunia Tertawa dan Kita Sulit Melupakannya

Gema.id – Ronaldinho pernah membuat dunia tertawa. Sepak bola dengan penuh kegembiraan pernah dipertontonkan ke panggung dunia. Melewati serbuan pemain lawan lalu berpaling kepada mereka dengan senyum tanpa merasa bersalah. Ronaldinho ingin memperlihatkan bahwa wajah sepak bola yang sesungguhnya; bahagia dan penuh tawa.

Bak penyihir, lapangan sepak bola disulapnya menjadi panggung atraktif, mempertontonkan magisnya kepada semua pengunjung di stadion.  Sambil mengocek bola melewati bek-bek kelas wahid yang berwajah sangar, semacam Sergio Ramos, tak peduli nama tersebut yang datang menyerbu selayaknya anggota ormas yang marah karena klub-klub malam masih beroperasi. Ronaldinho tetap punya perkakas untuk menghindari serbuan itu.

Semua khalayak pasti setuju, dengan sepasang kakinya, Ronaldinho memiliki kelenturan kaki tiada tanding di era nya, seolah-olah sedang menari/berdansa di atas karpet hijau. Bukan hanya lincah dalam mengolah si kulit bundar. Ronaldinho juga memiliki magis untuk mengirim asis menawan kepada rekan setimnya, dan tentu yang paling utama soal urusan mencetak gol, Ronaldinho beberapa kali melakukannya dengan cara yang menawan.

Pada suatu malam di Stamford Bridge markas milik Chelesea, bersama Barcelona pendar Ronaldiniho benar-benar menyala, berada di antara kepungan pemain lawan, Ronaldinho dengan santuy mampu menjebloskan bola ke jala gawang. Menerima bola dari rekannya Andreas Iniesta, dirinya merasa tak memiliki ruang tembak lalu mengambil jeda alias menahan bola dengan meliuk-liukkan bokongnya, merasa gerakannya itu membuat lawan terlena, Ronaldinho kemudian dengan cepat memutuskan melepaskan tembakan ke sisi gawang, Petr Cech kiper Chelsea pun tak berdaya, entahlah bisa saja ia terpukau pada apa yang dilakukannya sebelum melepaskan tembakan, bukan menyoal presisi dalam penempatan bola akan tetapi keunikan tidak lumrah ditonjolkan. Sungguh maha asyik pemain yang satu ini, pikir semua orang.

Sementara itu pada perhelatan Piala Dunia Korea Selatan-Japan 2002, Ronaldinho adalah aktor utama yang memulangkan timnas Inggris di babak perempat final kala David Beckham cs begitu menggebu-gebu ingin juara, satu asis kepada Rivaldo dan sebuah tendangan bebas yang jaraknya cukup jauh berhasil disarangkan ke gawang David Seaman, walau tak menuntaskan laga karena mendapati kartu merah akibat melakukan pelanggaran.

Meski demikian, sepasang kreasinya pada laga krusial tersebut, berefek besar pada kesuksesan Brazil menjuarai perhelatan akbar yang digelar empat tahun sekali itu. Gelar Piala Dunia yang kelima untuk negeri samba, dan hingga saat ini dari era Kaka, Robinho hingga Neymar belum pernah dirasakan lagi.

Tak terbantahkan kemahiran Ronaldinho dalam urusan mengocek bola yang full skill itu bisa kita saksikan kembali melalui channel di Youtube yang telah banyak ditonton dan disebarkan jutaan orang, karena pada masanya soal urusan mengolah si kulit bundar Ronaldinho tiada lawan, Anda pasti pernah berusaha mencotek skill a la Ronaldinho setelah menyaksikan aksinya lewat tayangannya di Youtube.

Hedonisme dan Pesona Sepak Bola Indah

Jika sepak bola adalah sebuah perusahaan maka,  tak salah produk yang ditelurkan dari Brazil akan selalu menjadi unggulan. Produknya akan pasti laku dan laris manis tanpa melalui prosedur yang ribet, tawar menawar yang berlangsung alot seperti sebagian orang yang barangkali ngotot ingin kualitas jempolan tapi tipikal pencicilan.

Ada banyak pemain jempolan yang selalu dilahirkan dari tanah Brazil. Negara ini selayaknya sumber air yang tak pernah kering. Akan terus mengalir menghasilkan bakat-bakat unggul di sepak bola. Jika Sir Bobby Charlton guru sepak bola asal Inggris dengan tegas mengungkapkan bahwa sepak bola Inggris berkembang pesat melalui pendidikan yang berjenjang, kontras dengan Brazil yang tidak melalui prosedur yang ribet dan memakan waktu lama, para pemain di sana terlahir dengan bakat alam.

“Keindahan sepak bola akan selalu menjadi milik Brazil,” kata Sir Bobby Charlton yang mungkin dengan pasrah mengakui kualitas sepak bola di negaranya masih kala jauh dari negeri Samba.

Apa yang membut mereka jauh berbeda dengan para pemain dari negara lainnya? Orang-orang Brazil dikenal dengan sangat homen cordinal (individu yang hangat). Lantas hal ini mengundang banyak ilmuwan yang tertarik akan ekosistem Brazil. Bahkan penyair sekaligus novelis kenamaan Mario de Andrade akhirnya memutuskan tinggal setelah menemukan karakter hangat orang-orang Brazil yang disebutnya macunaima—gemulai, suka pesta dan terkenal jujur.

Karakter hedonis itu tergambar jelas pada kebiasaan orang Brazil yang tertuang  dalam ritual seperti samba, lambada, mambo hingga salsa.

“Mereka akan terus berdansa hingga tetes keringat terakhir dan akan menghabiskan sisa waktu hingga fajar denga kekasih masing-masing,” ungkap Mario de Andrade.

Hal itulah yang kemudian disuntikkan ke dalam sepak bola. Orang-orang Brazil yang suka bersenang-senang dengan menghabiskan waktu mereka dengan berdansa, pun demikian di lapangan sepak bola, tempat ini mereka jadikan ajang untuk mempertontonkan keindahan, bagi pesepakbola Brazil keindahanlah yang paling utama, sepak bola yang menginternair.

Bermain sepak bola itu ibarat berdansa dan lapangan adalah dansa bagi kami,” ujar mantan ketua PSSI nya sepak bola Brazil, Ricardo Texeira.

Alhasil, mayoritas pekerjaan bagi anak muda di sana dengan tujuan tentu saja, memperoleh kekayaan hanya ada dua pilihan, kalau tidak menjadi penari, ya menjadi pesepakbola.

“Anak Brazil ingin cepat kaya, pilihannya hanya bisa lewat sepak bola. Saya tidak akan bisa dikenal dan memiliki banyak uang seperti sekarang kalau tidak karena sepak bola,” kata Pale yang merujuk pada pengalaman pribadi yang membuatnya kini bergelimang harta.

Sederet Kontroversi

Pada akhirnya Ronaldinho tetaplah manusia biasa namun dunia telah mengakui kemahirannya dalam mengolah si kulit bundar, sementara sebagian orang bercita-cita besar namun tak berani menghadapi dunia.

Meski bergelimang prestasi, fluktuasi hidupnya mungkin sama dengan kita yang sama-sama dihinggapi banyak masalah. Namun atas nama ketenaran, sejengkal saja masalah yang datang mendera seluruh dunia akan menyoroti kehidupan Ronaldinho, sementara sebagian orang harus menanggung beban sendiri-sendiri.

Terhangat tentu saja saat ini, di mana Ronaldinho harus mendekam di tahahan lantaran pada 6 Maret lalu dirinya ditahan oleh pihak keamanan Paraguay karena masuk ke negara tersebut dengan membawa paspor palsu.

Dilaporkan oleh surat kabar Paraguay La Nacion, Ronaldinho dibawa ketahanan di ibukota negara itu Asuncion,bersama saudara lelakinya setelah diduga menggunakan paspor dan ID Paraguay palsu.

“Ronaldinho sekarang berada dipenjara dengan keamanan maksimum. Di sana, ia berbagi sel, yang “lebih mirip hotel”,  dengan saudaranya Roberto de Asiss Moreira,” tulis The Guardian.

Pasca meninggalkan Barcelona, tempat di mana ia memenangkan semuanya, termasuk Ballon d’Or sebanyak dua kali, lalu bergabung dengan AC Milan karir Ronaldinho tidak semoncer waktu berseragam klub asal Catalan itu. Sesekali skill menawan bak menari di atas lapangan hijauh tetap dipertontonkan pada khalayak namun tidak selincah sebelum-sebelumnya.

Banyak yang menduga berat badannya terus bertambah karena pola hidup sudah jauh dari kata “ideal”, media-media ramai memberitakan Ronaldinho gemar berfoya-foya, pulang larut seusai menghabiskan waktunya di klub malam sambil minum dan berdansa dengan banyak wanita, yang berpotensi besar berujung dengan kencan semalam.

Tubuh yang tidak atletis lagi, dan usia yang semakin usur membuat Ronaldinho tak semahir lagi soal berdansa di lapangan sepak bola.