Kembali Menu
Gema.id
Roy Kiyoshi – Dukun Indigo yang Gagal Membaca Masa Depannya Sendiri

Roy Kiyoshi – Dukun Indigo yang Gagal Membaca Masa Depannya Sendiri

Roy Kiyoshi – Dukun Indigo yang Gagal Membaca Masa Depannya Sendiri

Suatu ketika seorang warga mendatangi seorang ahli nujum yang konon memiliki kesaktian yang sangat hebat untuk membaca sesuatu yang ada di masa lalu dan masa depan.

Warga tersebut baru sadar jika kambingnya hilang sekitar 2 bulan lalu karena kambing tersebut ditaruh jauh di kebun yang letaknya di dalam hutan.

“Mbah Kambingku hilang dua bulan lalu?” tanya Warga penuh harap.

“Nak, kambingmu ini tidak hilang, masih hidup kok, kamu tenang saja, dia ada di sisi lain hutan.” jawab mbak sambil mengobok-ngobok air yang ditaburi kembang tujuh rupah, namun matanya terpejam.

“Kalau begitu gimana keadaannya mbah?” tanyanya lagi.

“Dia sekarang sudah memiliki beberapa ekor anak, dan jika anaknya besar di akan kembali lagi ke kebunmu,” jawab mbak meyakinkan.

Mendengar jawaban tersebut, pulanglah warga tersebut dengan perasaan senang, namun ketika sampai di tengah jalan menuju rumhanya ia lantas berguman dalam hati.

“Lah kan kambingku Jantan ya, kok bisa punya anak?” Pikirnya sambil kehilangan rasa senang yang bawa dari rumah Mbak dukun.

Jawaban Templete dengan Peluang Pembuktian Terbalik Kecil

Cerita tersebut memang hanya bahasa satir semata yang banyak beredar di masyarakat yang merasa kecewa setelah datang ke dukung dengan menggadaikan keimanan mereka dengan syirik untuk bertanya barang-barang mereka yang telah hilang namun tidak mendapatkan apa-apa setelah pulang dari rumah dukung. Itupun waktu berkunjung sudah bawa ayam hitam dan gula atau syarat yang lain yang diminta sang dukun.

Motif-motif dari jawaban yang diberikan para dukun memang terdengar benar dan meyakinkan ketika seorang datang berkonsultasi ke dukung untuk mencari tahu barang mereka yang hilang. Sebut saja jika seorang kehilangan dompet. Maka pertanyaan pertama yang diajukan sang dukung ke pasiennya adalah “Kamu dari mana nak?”

Jika dijawab dari pasar maka nyaris jawaban templet yang terdengar dari mulut si dukun itu “Dompetmu sudah ditemukan oleh orang lain ketika kamu melewati sekelompok anak muda dari pasar”

Agar lebih yakin, biasanya akan ditambahkan kalimat seperti “pemuda yang mengambil dompetmu itu orangnya hitam, berbaju merah, rambut pendek sekarang sedang berjalan menuju ke barat” sangat detail bukan jawaban yang diberikan, namun intinya dompet tersebut tidak akan kembali.

Terdengar hebat karena bisa mengetahui ciri-ciri orang sampai baju yang dikenakan, namun ini hanya efek psikologis yang diterima otak kita ketika mendengar jawaban dari harapan yang kita inginkan, yakni mengetahui dimana dompet kita terjatuh.

Faktanya hampir seluruh orang yang berjalan dari pasar tidak mungkin mengingat semua kejadian yang mereka lalui di pasar kecuali kejadian detil seperti transkasi pembelian atau bertemu orang yang dikenal, sisanya tidak.

Hampir tidak mungkin seseorang bisa mengamati semua orang yang ada dipasar termasuk kejadian yang diceritakan si mbah. Sehingga akan sulit untuk membedakan apakah kejadian tersebut nyata atau hanya bualan semata, namun efek dari psikologis dari harapan kita ketika berkunjung ke dukun sudah pasti ada.

Fenomena dukun-dukun di Indonesia baik dari level desa sampai dukung kondang hampir sama polanya yakni meramal sesuatu yang terjadi di masa depan yang peluang terjadinya sangat besar atau bahkan hampir terjadi namun tidak diberi keterangan detail.

Sebut saja salah satunya adalah si Anak Indigo, Roy Kiyoshi. Tahun 2019 lalu ia meramal pada tahun 2020 akan ada banyak artis Indonesia yang terkenal kasus Narkoba. Terdengar hebat, namun tidak satu pun nama yang ia sebutkan dalam ramalan tersebut.

Jika kita ingin berfikir jernih, sejak arti sudha terlihat Narkoba tahun berapa sih dimana tidak ada artis yang tidak lerlibat Narkoba? Atau dengan kata lain setiap tahun akan selalu ada Artis yang terlbih Narkoba dengan banyaknya jumlah artis yang ada di Indonesia.

Dengan kata lain, saya sendiri bisa meramal kejadian di masa, misalnya tahun 2021 kelak akan ada artis yang kecelanaan lalu lintas. Meskipun saya bukan anak Indigo, namun saya yakin seratus persen akan ramalan saya.

Mengantar Diri Jatuh ke Jurang

Sebuat saja kamu tiba-tiba dapat kiriman surat kabar dari masa depan dimana satu minggu ke depan. Dalam surat kabar tersebut ada berita tentang seseorang yang tewas di tikam teman sendiri. Kronologis pembunuhannya adalah korban diajak oleh rekannya ke suatu tempat lalu ia ditikam sampai mati disana

Pada bagian akhir dari berita tersebut ternyata Korban-nya adalah kamu sendiri. Kita anggap berita tersebut benar-benar terjadi di masa depan, lalu tiba-tiba teman kamu yang tersangka dalam berita tersebut menelfon untuk bertemu di suatu tempat tepat satu minggu ke depan.

Apakah yang akan kamu lakukan? Jawaban paling sederhana adalah menghindari kejadian yang diberitakan oleh surat kabar dengan cara tidak menerima ajakan tersebut. Siapa sih yang ingin masuk ke mulut macan sendiri.

Nah analogi ini cocok untuk menjelaskan seberapa Indigo Roy Koyoshi. Jika benar pria ini bisa melihat masa depan, harusnya dia bisa tahu bagaimana cara nyabu yang paling aman agar tidak tertangkap polisi, toh dia sudah tahu apa yang akan dilakukan pak polisi di masa depan.

Jauh dari itu, jika memang anak-anak Indigo ini bisa membaca masa depan, maka sebaiknya kita sarankan Presiden Jokowi untuk membubarkan Sekolah BIN yang memakan banyak anggaran. Kita Audisi saja seluruh anak yang “merasa Indigo” di Indonesia untuk dijadikan intelejen yang kerjanya duduk di rumah sambil menerawan masa depan.

Hanya saja, saya memohon jangan sampai strategi saya ini didengar oleh negara Adi kuasa seperti Amerika dan China. Takutnya mereka mencontek ide brillian saya memperkerjakan anak Indigo sebagai agen Intelejen negara.

Atau paling tidak kita sama-sama traktir mereka makan sepuasnya setelah menang tebak skor pertanidngan El Clasico tahun ini lewat situs judi online. Unsur judinya jadi hilang karena tidak ada lagi unsur untung-rugi, hanya ada unsur untung saja.

Untung saja Indigo ini benar-benar tidak ada.

Jangan lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *