Kembali Menu
Gema.id Sulsel
GPK Sulsel Apresiasi KPT Makassar Sukses Gelar Penyumpahan Advokat Se-Sulsel

GPK Sulsel Apresiasi KPT Makassar Sukses Gelar Penyumpahan Advokat Se-Sulsel

Ragam
GPK Sulsel Apresiasi KPT Makassar Sukses Gelar Penyumpahan Advokat Se-Sulsel

Gema.id, Makassar – Pengadilan Tinggi (PT) Sulawesi Selatan resmi menggelar sumpah profesi advokat (pengacara). Sebanyak 238 calon penasihat hukum disumpah dan dilantik di Pengadilan Tinggi Kota Makassar.

Meski sebelumnya sempat tertunda akibat persoalan administrasi dan mendapat kritik dari beberapa pihak, namun penyumpahan advokat tetap digelar Tahun 2020 ini.

Salah satu kritik yang ditujukan ke KPT Kota Makassar dari Lembaga Garda Pejuang Keadilan (GPK) Sulawesi Selatan. Menurut Ketua GPK Sulsel, Arsal PT sewaktu memberi keterangan pers pada 21 Oktober menyayangkan sikap KPT Kota Makassar yang menunda sumpah profesi advokat di Sulsel.

Menurutnya, penundaan sumpah profesi sama halnya dengan menunda tegaknya keadilan.

Namun kabar baik kini berhembus dari Pengadilan Tinggi di Sulawesi Selatan itu, karena jadwal sumpah yang sebelumnya belum mendapat titik terang akhirnya menuai hasil. Sumpah profesi advokat di Sulsel kembali digelar.

Ketua GPK Sulsel mengapresiasi langkah KPT Kota Makassar. Menurutnya hal ini adalah wujud bahwa Kota Makassar yang merupakan arus utama pergerakan di Sulsel akan ditopang oleh penasehat yang akan turut andil dalam proses penegakan hukum.

“Ini kabar baik ya, advokat adalah profesi mulia, mereka akan menjadi garda utama proses penegakan hukum bagi para pencari keadilan. Tindak lanjut KPT Kota Makassar kami apresiasi, karena peluang untuk penegakan hukum di Sulsel akan berjalan dengan baik dengan hadirnya calon advokat baru yang secara resmi telah melalui proses pelantikan dan sumpah profesi,” kata Arsal, Jumat (13/11/2020).

Selain apresiasi dari GPK Sulsel, Arsal juga menyampaikan klarifikasi soal penyataannya di media beberapa waktu yang lalu. Menurutnya hal itu diungkapkan bukan atas nama lembaga GPK Sulsel, tapi pernyataan personal dirinya. Karena mendapat kabar bahwa sumpah profesi calon penasihat hukum di Sulsel ditunda dalam waktu yang belum ditentukan.

Disampaikan pula bahwa kabar yang ia dengar beberapa waktu silam, belum mendapat respon internal PT Makassar.

“Iya kemarin dengar cerita rekan-rekan calon advokat di salah satu warung kopi, mereka mengeluh karena belum disumpah. Soal lainnya ialah internal PT Makassar juga belum mengklarifikasi hal ini,” pungkas Arsal.

Arsal menyarankan agar pihak PT Kota Makassar sebaiknya membangun kemitraan dengan media berita agar tercapai berita berimbang antara kedua pihak dalam memberi pernyataan.

“Akan lebih baik ada media yang diajak bermitra. Tujuannya ialah agar informasi-informasi yang kredibilitasnya masih dipertanyakan dapat disaring melalui media kemitraan PT Kota Makassar, sehingga konsep keberimbangan informasi dapat terlaksana melalui media berita,” sarannya.

Selain itu, Arsal berharap penegakan hukum di Sulsel akan sangat berpengaruh secara signifikan ditengah kompleksitas persoalan yang tengah dihadapi oleh warga saat ini, sehingga sangat dibutuhkan pendampingan hukum.

“Ini sebuah titik terang, karena mereka para pendamping hukum yang baru dilantik dan disumpah oleh KPT Kota Makassar akan menjadi garda tegaknya keadilan di Sulsel,” pungkasnya.