Kembali Menu
Gema.id Sulsel
Partisipasi Pemilih Tertinggi di Sulsel, Ketua KPU Kepulauan Selayar Apresiasi Kinerja Agen Relawan Demokrasi

Partisipasi Pemilih Tertinggi di Sulsel, Ketua KPU Kepulauan Selayar Apresiasi Kinerja Agen Relawan Demokrasi

Partisipasi Pemilih Tertinggi di Sulsel, Ketua KPU Kepulauan Selayar Apresiasi Kinerja Agen Relawan Demokrasi

Gema.id, Kepulauan Selayar – Tingkat Partisipasi pemilih dalam perhelatan Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Kepulauan Selayar mencapai target tertinggi di Sulawesi Selatan. Hal ini dibenarkan oleh Ketua KPU Kabupaten Kepulauan Selayar, Nandar Jamaluddin.

“Mencapai target 83,80%, partisipasi pemilih di Kepulauan Selayar tertinggi di Sulsel. Yang kedua di Pangkajene dan Kepulauan,” kata Nandar Jamaluddin di Kantor KPU Kabupaten Kepulauan Selayar, Jumat (25/12/2020).

“Alhamdulillah peningkatannya lebih tinggi dibanding tahun lalu (Pemilu 2019). Ini berkat kinerja secara kelembagaan, terkuhususnya Divisi Partisipasi Masyarakat (PARMAS) yang di dalamnya ada agen Relawan Demokrasi (RELASI) yang salah satu tupoksinya ialah meningkatkan partisipasi pemilih di Kabupaten Kepulauan Selayar,” tambah Nandar.

Menurut Nandar target partisipasi pemilih KPU RI dan KPU Provinsi Sulawesi Selatan adalah 77%, sedangkan capaian KPU Kabupaten Kepulauan Selayar jauh diatas target tersebut.

“KPU Provinsi Sulawesi Selatan juga sangat mengapresiasi usaha yang dilakukan oleh KPU Kepulauan Selayar dan KPU Pangkep karena daerah yang berbasis kepulauan namun lebih tinggi tingkat partisipasinya. Meskipun Pemilu dihelat di situasi Pandemi Covid-19,” ujar Ketua KPU Kabupaten Kepulauan Selayar itu.

Nandar mengapresiasi kerja-kerja agen Relawan Demokrasi (RELASI) dalam mensosialisasikan pendidikan pemilih dalam perhelatan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2020.

“Agen Relawan Demokrasi (RELASI) tahun ini juga terlihat lebih pro aktif dalam melakukan sosialisasi pendidikan Pemilih kepada masyarakat. Baik melalui media sosial, media massa maupun di forum-forum warga,” pungkasnya.

Selain keterlibatan agen Relawan Demokrasi (RELASI) dalam melakukan sosisdiklih. Rumah ibadah (Masjid) juga dijadikan variabel untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa Pemilu itu penting dalam hal proses pendidikan politik warga.

“Selain itu, sosdiklih juga masif dilakukan di masjid-masjid melalui khotbah. Masjid dijadikan wadah untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa Pemilu itu penting. Hadir memilih itu penting, tak boleh apatis. Artinya esensi demokrasi dengan terlibat dalam proses Pemilu itu penting agar masyarakat lebih melek terhadap politik,” tutup Nandar.