Kembali Menu
Gema.id Sulsel
Sumpah Jabatan Advokat Ditunda, GPK Sulsel: Peringatan Matinya Keadilan

Sumpah Jabatan Advokat Ditunda, GPK Sulsel: Peringatan Matinya Keadilan

Sumpah Jabatan Advokat Ditunda, GPK Sulsel: Peringatan Matinya Keadilan

Ketua Pengadilan Tinggi (KPT) Makassar, Dr. H Syahrial Sidik, S.H, M,H resmi menunda penyumpahan advokat Tahun 2020 dalam waktu yang “Belum ditentukan.”

Baca juga: Ketua Pengadilan Tinggi Makassar Gantung Lebih 100 Peserta Penyumpahan Advokat 2020

Menanggapi hal tersebut, Ketua Garda Pejuang Keadilan (GPK) Sulawesi Selatan, Arsal Patta menyampaikan penundaan sumpah jabatan penegak hukum dalam hal ini advokat merupakan wujud dari menunda tegaknya keadilan.

“Kita ketahui bahwa profesi advokat merupakan profesi penting dalam hal penegakan keadilan. Advokat ialah profesi mulia, mereka (advokat) adalah bagian pilar penyangga dalam hal penegakan hukum di Indonesia. Menunda proses penyumpahan yang dilakukan oleh KPT Makassar sama saja menunda tegaknya keadilan,”

kata Arsal saat memberi keterangan, Rabu (21/10/2020).

Arsal sangat menyayangkan tertundanya proses sumpah jabatan advokat di Sulawesi Selatan yang dilakukan oleh Ketua Pengadilan Tinggi (KPT) Kota Makassar.

“Hal tersebut sangat disayangkan. Kabarnya alasan menunda penyumpahan karena tanda tangan pada berkas peserta tidak sesuai, tetapi tidak memberi keterangan peserta yang mana, panitia disuruh cari sendiri. Ini jelas tidak masuk akal,”

pungkasnya.

“Ini sebuah peringatan matinya keadilan untuk para pencari keadilan di Sulsel, kurang etis rasanya, enggak benar ini. Harus segara ditindaklanjuti,”

tambah Arsal.

Sekadar diketahui, berdasarkan surat pengantar yang dikeluarkan oleh Pengadilan Tinggi Kota Makassar, bernomor W22-U/3920/HK/IX/2020 tentang Jadwal Penyumpahan Advokat yang memuat jadwal sumpah jabatan advokat di Sulawesi Selatan, dalam surat tersebut tertuang bahwa jadwal penyumpahan dimulai tanggal 5 – 12 Oktober 2020, secara bertahap.

Namun hingga kini penyumpahan para calon advokat di Sulsel dibawah naungan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) belum juga ditindaklanjuti oleh Ketua Pengadilan Tinggi (KPT) Makassar.

Ketua GPK Sulsel ini berharap KPT Makassar segera menindaklanjuti jadwal penyumpahan advokat di Sulawesi Selatan agar para calon penegak keadilan di Sulsel mendapat ruang dalam hal membantu masyarakat dalam penanganan kasus hukum.

“Kita berharap semoga KPT Makassar segera menindaklajuti surat yang telah dikeluarkan, walaupun telah melewati jadwal yang telah ditentukan namun sebuah keniscayaan hal itu cepat ditindaklanjuti. Karena kita tidak mau ada keadilan yang harus ditegakkan dalam kasus hukum juga ikut tertunda,”

tutup Arsal.