Kembali Menu
Gema.id Sulteng
Rekapitulasi DPT Sulteng, BAWASLU Apresiasi Kinerja KPU

Rekapitulasi DPT Sulteng, BAWASLU Apresiasi Kinerja KPU

Politik
Rekapitulasi DPT Sulteng, BAWASLU Apresiasi Kinerja KPU

Ketua Bawaslu Sulteng, Ruslan Husen apresiasi pemutakhiran daftar pemilih yang telah ditindaklanjuti KPU Provinsi Sulawesi Tengah beserta KPU Kab/Kota jajarannya saat rapat pleno terbuka rekapitulasi DPT Pemilihan Serentak Lanjutan tahun 2020, di kantor KPU Sulteng, Palu pada Sabtu (17/10/2020).

Sebelumnya, BAWASLU Sulteng memberikan saran perbaikan dan rekomendasi terkait pemutakhiran daftar pemilih. Hal ini terkait kriteria Tidak Memenuhi Syarat (TMS), pemilih Memenuhi Syarat (MS) namun belum terdaftar, serta pemilih terdaftar lebih dari sekali. Hasilnya validitas 15.591 DPT Sulawesi Tengah telah ditetapkan invalid oleh KPU Sulteng, terdiri dari;

  • 15.559 invalid karena Nomor Kartu Keluarga (NKK),
  • 8 invalid karena Nomor Identitas Kependudukan (NIK), dan
  • 24 lainnya invalid karena keduanya (NKK dan NIK)

“Bentuk tindak lanjut berdasarkan hasil pengawasan dari Bawaslu Sulteng dan jajarannya, NKK invalid sebanyak 15.559 pemilih, NIK invalid sebanyak 8 pemilih, dan invalid untuk keduanya sebanyak 24 pemilih,” Ungkap Ruslan.

Tidak hanya itu, tanggal lahir 225 Pemilih terdeteksi invalid, ketentuan minimum batas umur 17 tahun pada 9 desember 2020, dan belum menikah, terdapat pada 301 DPS, potensi ganda sebanyak 21,103 pemilih. Indikasi pemilih TMS sebanyak 3,074 DPS, Pemilih MS belum terdaftar sebanyak 19.112, Lanjut Ruslan yang juga menjabat Koordinator Hukum, Humas, Datin Bawaslu Sulteng.

Ruslan juga spesifik menegaskan agar KPU Sulteng dapat membangun sinkronisasi dan pencermatan ulang terhadap data pemilih dari Buol yang menjadi warga binaan di Rutan Tolitoli.

“Dua orang itu, Mahmud Salim dan Sutrisno sekarang ditahan di Rutan Tolitoli,” sebutnya.

Pencermatan ditujukan untuk menjaga hak pilih keduanya agar terdaftar di Kabupaten Tolitoli dan dihapus dalam daftar pemilih Kabupaten Buol, atau sebaliknya. Jangan sampai terdaftar ganda baik di Buol dan di Tolitoli.

Berdasarkan pengawasan Bawaslu, diketahui bahwa 11.758 calon pemilih Kabupaten/Kota Se-Sulteng di luar Kota Palu masih berada pada kriteria Data Sementara Penduduk Potensial Pemilih Non Administrasi Kependudukan atau belum perekaman.

“Terkait hal itu, Dukcapil baiknya siapkan cara tertentu untuk mempercepat perekaman data, agar hak konstitusional pemilih tetap terjaga,” pungkasnya.

Total pemilih di Sulwasei Tengah ada 2.022.191, mengacu pada data tahun 2017 pemelih tersebut tersebar di 175 kecamatan, dan 6.306 TPS.

Jangan lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *