Kembali Menu
Gema.id
Tips Fotografi dan Cara Memotret Sunset Bagi Pemula

Tips Fotografi dan Cara Memotret Sunset Bagi Pemula

Tips Fotografi dan Cara Memotret Sunset Bagi Pemula

Gema – Memotret adalah kegiatan yang komplek yang dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, waktu dan kemampuan dari fotografer itu sendiri, seperti memotret senja atau Sunset.

Memotret senja merupakan salah satu genre fotografi yang yang tidak hanya membutuhkan ketepatan momen karena senja merupakan fenomena alam yang pendek oleh karena itu tentu saja dibutuhkan beberapa tips. Seperti tips berikut ini.

#1. Tentukan Lokasi Pemotretan

Sunset tidak semata berkaitan dengan Landscape Fotografi, tapi bisa disandingkan dengan beberapa genre fotografi lain seperti model ataupun siluet. Selain itu fotografi lanscape tidak melulu mengenai pantai, gunung bisa dijadikan sebagai salah satu tempat yang tepat untuk melakukan fotografi landscape.

Baca Juga : Spot Lokasi Foto Landscape dan Model Paling Keren Di Makasar.

Hal yang perlu diketahui sebelum motret foto sunset adalah menentukan tema dan menyesuaikan lokasi foto. Beberapa hal yang mungkin saja mengganggu misalnya pantainya tidak menghadap ke barat sehingga hampir mustahil untuk mengambil moment matahari tenggelam.

Hal lain yang perlu dipertimbangkan mungkin saja kondisi spot hunting tersebut atau mungkin saja keadaan orang-orang sekitar atau pedagang yang mungkin saja mengganggu foregorund dari foto kamu.

Foto Cewek Seksi dan Hot siluet saat sunset

#2. Memilih Waktu Pemotretan

Lah bukannya motret sunset itu harusnya pas senja? Yah mungkin saja para fotografer pemula akan mengatakan hal yang sama, namun bagi mereka mereka yang sudah memiliki banyak jam terbang dalam memotret tentu saja motret Senja tidak hanya saat pukul 5 sampai 6.30 saja.

Ada banyak hal yang menentukan senja akan indah diabadikan, yakni kondisi cuaca, awan, hujan dan waktu jatuhnya matahari tepat di ufuk timur. Caranya cukup mudah yakni cek saja aplikasi cuaca yang menunjukkan waktu matahari tepat terbenam, setelah datanglah ke tempat tersebut paling tidak 1 jam sebelum matahari terbenam.

Hal yang lain yang mungkin saja jadi catatan khusus untuk memotret sunset yakni waktu Sunset di berbagai belahan dunia tidak sama, jika anda memiliki rencana motret sunset di Jepang misalnya mungkin saja sunset jatuh jam 8 atau malah 4. Jadi kuncinya cari tahu kapan waktu sunset juga harus dipertimbangkan, jangan sampai kentang sampai di lokasi pemotretan.

foto bertema landscape wisata makassar
Tanjung Layar – Photo by @ahmadzargon

#3. Siapkan Alat yang Diperlukan

Fotografi tanpa alat ibarat sayur bukan hanya tanpa garam tapi tanpa sayurnya. Bahkan alat sangat penting dalam fotografi landscape, hampir beberapa subgenre dari fotografi Landscape yang mustahil dilakukan tanpa bantuan alat selain kamera. Beberapa alat yang paling tidak harus dipersiapkan adalah sebagai berikut:

  1. Lensa Wide dengan focal length yang kecil. Panjang yang disarankan untuk kamera Crop-factor 18-55 mm, sedangkan untuk kamera Full Frame paling tidak lebih kecil 28 mm.
  2. Tripod – Bertujuan untuk memebuat kamera stabil dengan kecepatan ranah yang lambat atau long exposre.
  3. Shutter Release – Shutter release akan membantu anda untuk mengambil gambar tanpa harus menyentuh kamera sehingga meminimalisir kemungkinan gambar shake atau goyang.
  4. Filter – Disesuaikan dengan kondisi, untuk mendapatkan cahaya normal untuk bagian foreground dan Sky, sebaiknya menggunakan Filter Reverse GND. Ada baiknya juga menyediakan beberapa filter tambahan seperti CPL dan juga ND.
Jenis Filter GN dalam Fotografi Landscape
Jenis Filter GND

#4. Gunakan Aparture Kecil

Dalam dunia fotografi, selain menghasilkan gambar yang fokus, foto juga memiliki aspek daerah ketajaman atau lebih dikenal dengan istilah Dept of Field atau DoF.

Gambar-gambar foto landscape yang mencoba menceritakan suasana pada bentang alam yang ada dalam foto tentu saja membutuhkan depth of Legth yang panjang oleh karena itu dibutuhkan lensa dengan ukuran Diafragma kecil.

Hal yang perlu diperhatikan untuk mengatur Diafragma pada umumnya untuk kamera DSLR dan Mirorless bisa dilakukan dalam tiga mode :

  1. Mode Landscape – Mode ini dilambangkan dengan lambang pemandangan. Dalam mode ini kamera akan mengatur bukaan diafragma kamera tetap kecil. Semua aspeknya akan ditentukan oleh kamera termasuk jenis AWB yang akan kebiru-biruan.
  2. Model AV – Mode AV adalah kepanjangan dari Aperature Value, dalam mode ini fotografer akan diberikan keleluasaan mengatur ukuran ukuran diafragma sedangkan sisanya akan diatur oleh kamera.
  3. Manual Mode – Disebut juga mode profesional, dimana fotografer akan mengendalikan secara penuh nilai dari triangel Exposure dari kamera.

Pertimbangkan ke tiga hal tersebut sehingga ada baiknya untuk menguasai mode tersebut sebelum akhirnya membeli tiket pesawat menuju destinasi dan spot foto landscape.

Mengenal Mode dalam fotografi dan Kamera DSLR
Mode Pada Kamera Nikon dan Canon

#5. Set ISO dengan Nilai Paling Rendah.

ISO atau merupakan singkatan dari International Organization for Stardadization, dalam dunai fotografi ISO disamakan untuk satuan kemampuan kamera dalam menangkan cahaya. Semakin tinggi ISO semakin besar kecepatan kamera menangkap cahaya, hanya saja ISO tingggi akan disertai dengan Noisy yang tinggi atau gambar berbentuk.

Dalam fotografi Landscape, ISO rendah merupakan prioritas dari fotografer agar mampu mendapatkan gambar yang terang. Hal ini tentu saja akan membuat kecepatan ranah harus di set dalam posisi lambat, nah oleh karena Tripod sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ini.

#6. Perhatikan Foreground.

Apa itu Foreground? Foreground merupakan daerah tanah dari foto, Yah meskipun tema-nya namun bukan berarti foto yang anda buat adalah foto bulatnya matahari yang membakar mata dan hati yang melihatnya.

Sunset akan indah karena ada pemanis yang membuat suasana lebih indah seperti kondisi pantai, pohon atau orang yang bergerak. Semua hal yang berkaitan dengan tanah atau mungkin di lautan bisa jadi Foreground yang indah.

#7. Out of The Box

Meskipun diatas telah dijelaskan jika fotografi Landscape sebaiknya menggunakan lensa lebar, namun tidak ada salahnya mencoba landscape dengan menggunakan lensa Tele setara dengan 70 – 220 mm atau 100 mm. Hal ini bertujuan untuk membuat ukuran lebih dramatis seperti membuat ukuran matahari lebih besar.

Foto Landscape Dengan Lensa Tele membuat Matahari menjadi lebih besar
Foto Landscape Dengan Lensa Tele membuat Matahari menjadi lebih besar

Tidak salahnya untuk membuat foto yang membuat mata kita akan terbalalak karena tidak pernah menemukan foto tersebut sebelumnya di kehidupan nyata, namun tentu saja bukan karena proses editing melainkan proses pengambilan gambar yang tepat.

Jangan lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *